Optimis Ade Yasin Tidak Terlibat Suap BPK, Kuasa Hukum: Kami Bisa Buktikan

Ade Yasin
Ade Yasin . Foto : Dok/Hendi Novian/Radar Bogor

RADAR BOGOR, Persidangan keempat kasus dugaan suap yang melibatkan Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin digelar di PN Tipikor Bandung, Senin (1/8).

Dalam sidang tersebut, majelis hakim memutuskan persidangan tetap dilanjutkan pada Rabu (3/8) mendatang dengan agenda pembuktian terdakwa melalui pemeriksaan saksi-saksi.

Artinya, eksepsi kuasa hukum Ade Yasin terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditolak majelis hakim.

Baca juga: Hadirkan 5 Saksi di Persidangan Ade Yasin, Jaksa KPK Ogah Beberkan Nama-namanya

Meski begitu, Bupati nonaktif Bogor Ade Yasin melalui kuasa hukumnya, Dinalara Butar Butar sangat optimistis untuk membuktikan, bahwa Ade Yasin tidak terlibat, dalam perkara dugaan suap terhadap pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Barat.

“Kami sangat optimis bisa membuktikan bahwa klien kami tidak bersalah dalam perkara ini,” kata Dinalara kepada awak media di PN Tipikor Bandung, Senin (1/8).

Dinalara pun optimistis saksi-saksi yang dihadirkan akan mengungkap ketidakterlibatan Ade Yasin dalam kasus rasuah ini.

Apalagi, kata dia, KPK tidak memiliki alat bukti yang kuat saat menyeret kliennya ke perkara dugaan suap terhadap pegawai BPK RI Perwakilan Jawa Barat.

Baca juga: Sidang Ade Yasin Dilanjutkan ke Tahap Pembuktian

Pihaknya mengacu pada Pasal 17 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHP), penangkapan terhadap seorang yang diduga melakukan tindak pidana, perlu dilengkapi dengan bukti permulaan yang cukup. Yakni minimal dua alat bukti yang sah.

Sebab, KPK usai penangkapan mengumumkan bahwa penjemputan Ade Yasin sebagai saksi di rumah dinas pada 27 April 2022 sebagai sebuah peristiwa operasi tangkap tangan (OTT).

“JPU (jaksa penuntut umum) tidak menjelaskan dalam dakwaannya apa dua alat bukti yang cukup yang dimiliki KPK sehingga terdakwa harus di-OTT,” ungkap Dinalara.

Sebelumnya, pada sidang keempat yang berjalan Senin (3/8) sejak pukul 09:30 WIB di PN Tipikor Bandung itu, Ketua Majelis Hakim Hera Kartiningsih memutuskan bahwa persidangan atas terdakwa Ade Yasin (AY) tetap dilanjutkan.

Baca juga: Pemkab Bogor Hanya Raih Opini WDP Pada Laporan Keuangan 2021

Artinya, eksepsi dari kuasa hukum terkait dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak diterima oleh majelis hakim.

“Bahwa majelis hakim mempelajari dan menimbang eksepsi dari kuasa hukum, juga dari dakwaan, eksepsi tidak dapat diterima,” kata Ketua Majelis Hakim Hera Kartiningsih saat persidangan, Senin (1/8).

Atas putusan tersebut, maka persidangan pemeriksaan terdakwa Ade Yasin akan dilanjutkan untuk pembuktian kasus, dengan pemeriksaan para saksi.

“Maka, pemeriksaan terdakwa AY (Ade Yasin) dilanjutkan, dengan pemeriksaan saksi saksi,” ujarnya.

Baca juga: Resmi Dibuka, Festival Merah Putih Dapat Dukungan Penuh Wali Kota Bogor

Di akhir persidangan, majelis hakim memutuskan sidang selanjutnya dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi dari KPK. Rencananya sidang berikutnya akan kembali digelar di PN Tipikor Bandung, Rabu (3/8).

“Dilanjut hari Rabu, 3 Agustus 2022. Pemeriksaan akan saya gabung, terdakwa Ade Yasin dengan terdakwa Ihsan (Kasubid Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor, red),” imbuh Hera. (*/ryn)

Editor: Rany

Berita Lainnya