Kenali ‘Rebound’ Covid-19 yang Dialami Joe Biden Usai Minum Paxlovid

Presiden Amerika Serikat Joe Biden (ROBERTO SCHMIDT/AFP)

RADAR BOGOR, Presiden Joe Biden mengalami ‘Rebound’ Covid-19 atau kembali positif setelah baru saja dinyatakan sembuh. Biden terbukti kembali positif pada Sabtu (30/7) setelah 3 hari sebelumnya hasil tesnya negatif. Selama diisolasi, Biden diberikan obat antivirus Paxlovid besutan Pfizer.

Baca JugaTerkait Dugaan Pelecehan Seksual Istri Irjen Sambo, Pengacara Angkat Bicara

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menyebutnya sebagai kembalinya gejala yang singkat. Kasus yang sama sebelumnya terjadi pada Ahli Penyakit Menular Top di AS dr. Anthony Fauci seperti laporan Fortune. Saat itu, dr. Fauci juga diberi obat Paxlovid.

Sebetulnya, bagaimana fenomena ‘Rebound’ Covid-19 bisa terjadi setelah minum Paxlovid? Di Indonesia, obat ini baru saja disetujui Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi menerbitkan Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk obat Paxlovid besutan Pfizer. Tablet salut selaput ini dibuat sebagai obat Covid-19 untuk gejala ringan dan sedang.

Obat Paxlovid menambah daftar obat Covid-19 selain antivirus Favipiravir dan Remdesivir (2020), antibodi monoklonal Regdanvimab (2021), serta Molnupiravir (2022). Paxlovid merupakan terapi antivirus inhibitor protease SARS-CoV-2 yang dikembangkan dan diproduksi oleh Pfizer.

“Adanya tambahan jenis antivirus untuk penanganan Covid-19 yang memperoleh EUA ini menjadi salah satu alternatif penatalaksanaan Covid-19 di Indonesia,” kata Kepala BPOM Penny K Lukito secara resmi baru-baru ini.

Manjur 89 Persen

Dari sisi efikasi, hasil uji klinik fase 2 dan 3 menunjukkan Paxlovid dapat menurunkan risiko hospitalisasi atau kematian sebesar 89 persen pada pasien dewasa Covid-19 yang tidak dirawat di rumah sakit dengan komorbid (penyakit penyerta). Komorbid yang berkaitan dengan peningkatan risiko ini seperti lansia, obesitas, perokok aktif, riwayat penyakit jantung, diabetes, atau gangguan ginjal.

Pandangan Ahli

Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan, fenomena ‘rebound’ atau tes kembali positif dirasakan oleh pasien yang menerima masa terapi Paxlovid. Dia mengatakan, pasien yang menerima obat Paxlovid mengalami fenomena ‘balik lagi’ atau rebound, baik dalam bentuk gejala maupun tes, kurang dari 1 persen.

“Ini fenomena yang diterima penerima terapi Paxlovid. Ini terjadi pada yang dibooster, belum booster, atau belum divaksinasi. Pada waktu penerima plasebo juga terjadi rebound. Maka belum diketahui kenapa atau sebabnya,” jelas Dicky kepada JawaPos.com.

Dicky mengutip data CDC, sebanyak 2/3 pasien yang mengalami ‘rebound’ umumnya mempunyai riwayat komorbid. Setengahnya di atas 60 tahun atau lansia.

“Rebound umumnya terjadi 2-8 hari setelah pasien menamatkan obatnya. Kondisi ini juga pernah terjadi pada dr. Fauci dan kini Joe Biden (keduanya lansia),” jelas Dicky.

Dugaan Penyebab Rebound

Menurut Dicky, salah satu teori yang berkembang walaupun masih harus diteliti, kemungkinan obat ini tak masuk sampai inti sel, sehingga pengobatan antivirus ini belum tuntas dan belum mematikan virus Covid-19. Sehingga sebagian yang mengalami rebound, harus meneruskan kembali meminum obat ini.

“Minum kembali, tak cukup minum obat cuma 5 hari. Pada kasus dr. Fauci juga, dia dapatkan terapi kedua 5 hari lanjutan setelah dinyatakan sembuh,” jelasnya.

Maka menurut Dicky, kondisi ini dapat memberi hikmah bahwa sekalipun sudah divaksinasi dan booster, jangan sampai terinfeksi Covid-19 meski ada obatnya. Kedua, Paxlovid ternyata juga mempunyai kelemahan dengan adanya fenomena rebound.

Baca Juga : PKS Daftar Parpol di KPU Boyong Pawang Pintu

“Pertama harus di 5 hari pertama dan kedua ada fenomena rebound. Tetapi tetap obat ini efektif,” katanya.

Rebound berbeda dengan reinfeksi. Rebound adalah kondisi ‘positif lagi’ dalam jeda waktu singkat setelah dinyatakan negatif. Sedangkan reinfeksi, adalah kembali tertular Covid-19, umumnya terjadi minimal 28 hari setelah sembuh.(jpg)

Editor : Yosep/Luthfiah – KKL

Berita Lainnya