Pesan Menkes Untuk Pelajar SMAN 2 Cibinong Dalam “Aksi Bergizi di Sekolah”

SMAN 2 Cibinong
Menkes Budi Gunadi Sadikin saat berdialog dengan pelajar SMAN 2 Cibinong, pada kegiatan "Aksi Bergizi di Sekolah" Selasa (26/7/2022).

CIBINONG-RADAR BOGOR, SMAN 2 Cibinong atau dikenal dengan sebutan SMAVO bersama beberapa sekolah lainnya di Kabupaten Bogor, mendapat kunjungan dari Menteri Kesehatan RI , Budi Gunadi Sadikin, belum lama ini.

Baca Juga : Kembali Ukir Prestasi, Peserta Didik SMAN 2 Cibinong Juara Dunia WISPO 2021

Kali ini Menkses hadir pada kegiatan “Aksi Bergizi di Sekolah” SMAN 2 Cibinong, mulai dari senam pagi bersama, makan pagi bersama, permainan/games, dan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) bersama.

Kepala SMAN 2 Cibinong, Hj. Elis Nurhayati menjelaskan pada kegiatan ini, Kemenkes RI langsung didampingi Kepala Biro Kemenkes, drg.Widyawati dan Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, berdialog dengan para pelajar di SMAN 1 dan 2 Cibinong, SMKN 1 Cibinong, dan SMPN 1 Cibinong.

Sebagai langkah awal sebelum diberikan TTD, para pelajar putri kelas 7 dan kelas X melakukan pemeriksaan HB di sekolah masing-masing.

“Pemeriksaan HB untuk para pelajar putri di SMAN 2 Cibinong, dilakukan oleh Tim dokter UKS dan Kepala Puskesmas Karadenan, dr. Anis dan Tim. Kampanye TTD diberikan kepada seluruh pelajar putri SMP, mulai kelas VII sampai kelas IX dan pelajar siswi SMA/ SMK kelas X sd XII. Pemberian TTD akan dilakukan setiap minggu selama 3 bulan kepada seluruh pelajar putri di 4 sekolah yang dikunjungi,” jelasnya kepada Radar Bogor, Selasa (25/7/2022).

Kegiatan ini, sambung dia, bukan hanya kampanye mengkonsumsi TTD, juga mengkampanyekan anti stunting.

“Kami siap mendukung program Kemenkes di sekolah dan akan berbagi praktik baik ini dengan sekolah-sekolah di sekitar kami. Semoga kegiatan ini dapat memberikan edukasi pola hidup sehat dengan makan makanan yang bergizi, olahraga secara teratur, dan mengkonsumsi TTD setiap minggu untuk para remaja putri. Kegiatan ini juga dalam rangka kampanye anti stunting,” terangnya.

Elis juga berharap, budaya hidup sehat dapat mengurangi atau mencegah dari kematian, terutama kepada kaum ibu pada saat melahirkan. Pemberian TTD merupakan upaya preventif untuk mencegah kematian ibu pada saat melahirkan. Upaya itu dilakukan sejak seorang perempuan berusia remaja.

“Harapan lainnya, kampanye TTD ini akan menjadi budaya hidup sehat yang mampu mencegah kematian ibu pada saat melahirkan, mengurangi stunting dan penyakit Anemia pada remaja putri Indonesia yang kelak akan menjadi calon-calon ibu hebat yang melahirkan keturunan yang sehat dan cerdas di masa yang akan datang…Aamiin YRA”, pungkas Elis Nurhayati.

Sementara itu, Menkes RI Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan jumlah ibu melahirkan yang meninggal setiap tahun mencapai 7.800 orang, dan salah satu faktor penyebab tinghinya kematian ini adalah karena para kekukurang zat besi.

Kalau para ibu kekurangan zat besi, kemudian ibu tersebut hamil, sering terjadi kematian saat melahirkan. Faktor penyebab utamanya, kemungkinan meninggal karena kekurangan darah.

“Saya mengimbau para pelajar untuk menjaga kesehatan dan harus dipastikan zat besinya cukup, tidak mengalami Anemia, Dan adik-adik, teritama yg putri ini harus minum Tablet Tambah Darah. Tablet nya diminum pada saat remaja, sebelum kelak saat berumah tangga, akan hamil atau menjadi calon ibu. Setelah melahirkan pun, sangat perlu Tablet Tambah Darah,” tuturnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh pelajar SMAN 2 Cibinong agar rajin berolah raga, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, dan makan makanan bergizi seimbang.

“Minum TTD secara teratur untuk mencegah kematian ibu, rajin berolah raga dan makan makanan bergizi agar sehat ya, adik-adik,” pungkasnya. (pem)

Editor : Yosep

Berita Lainnya