logo radar

Ma’ruf Amin Sampaikan Kriteria Capres dan Cawapres Ideal Di Milad MUI

Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Milad MUI ke-47 di Jakarta (Dok. Istimewa)
Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Milad MUI ke-47 di Jakarta (Dok. Istimewa)

RADAR BOGOR, Ma’ruf Amin, Wakil Presiden sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebut kriteria Capres dan Cawapres ideal. Dia menekankan MUI jangan sampai mengarahkan masyarakat untuk memilih kandidat tertentu dalam gelaran Pilpres 2024 nanti.

Baca JugaTahun Ajaran Baru, Kemenag Pantau pelanggaran Prokes dan Perpeloncoan di Madrasah

Dia mengatakan MUI dan ormas-ormas keagamaan Islam tidak terlibat dalam menentukan calon Presiden maupun Wakil Presiden. “Sebagai mitra pemerintah, menjaga keutuhan bangsa, terutama dalam menghadapi pemilu yang akan datang ini. Jangan sampai terjadi pilihan yang berbeda, itu menimbulkan konflik di kalangan bangsa, juga di kalangan umat Islam,” kata Ma’ruf Amin di milad ke-47 MUI pada Selasa (26/7) malam.

Ma’ruf menegaskan yang menentukan capres dan cawapres adalah partai politik atau gabungan partai politik. Untuk itu dia meminta MUI tidak perlu ikut ribut soal pemilihan capres dan cawapres.

“Kalaupun kita nanti menentukan itu, hanya mengarahkan supaya memilih yang terbaik dari pada calon presiden dan wakil presiden,” tutur Ma’ruf.

Ma’ruf mengatakan sejumlah kriteria dalam mengangkat pemimpin, termasuk capres atau cawapres. Yaitu afhdal, alyaq, dan ashlah. Ma’ruf mengatakan pemimpin harus mempunyai kapasitas, kapabilitas, intergritas, dan akhlak yang mulia.

Baca JugaUsulkan Penundaan Pemilu 2024, Cak Imin Berdalih untuk Menolong KH Ma’ruf Amin

“Itu saya kira Majelis Ulama Indonesia mengarahkan kepada umat seperti itu. Bukan berdasarkan suka atau tidak suka, tapi al-afdhal, al-ashlah dan al-alyaq, yang terbaik,” jelasnya. Ma’ruf menekankan tugas Majelis Ulama Indonesia dalam mengarahkan umat ke arah kriteria-kriteria pemimpin ideal. Bukan mengarahkan pilih A atau B, ini dan itu. (jpg)

Editor : Yosep/Nadila-KKL

Berita Lainnya