logo radar

Kisah Yuyun, 5 Tahun Jadi Pendamping ODGJ

CIBINONG-RADAR BOGOR, Kotor, lusuh dan menyeramkan, mungkin itulah stigma dari sebagian masyarakat ketika melihat orang-orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Namun lain cerita dengan Yuyun. Perempuan satu ini sudah 5 tahun menjalani pekerjaannya sebagai pendamping para ODGJ. Pekerjaan ini ia jalani atas dasar keinginan hatinya.

Ia merasa prihatin kepada para penderita disabilitas mental, karena selalu mendapat perlakuan kurang baik dari keluarga. Maupun orang-orang sekitarnya akibat stigma buruk yang ada di masyarakat.

Baca juga: Pro Kontra Legalisasi Ganja, Ini Kata Menkes dan MUI

“Kemungkinan hati nurani ya, panggilan hati. Bukan karena ingin dilihat sama orang, itu udah panggilan hati kita,” ujar Yuyun, tenaga pendamping ODGJ asal Cibungbulang kepada Radar Bogor, Selasa (26/7/22).

Selama menjadi pendamping ODGJ, tak jarang ia harus memandikan serta mengganti baju pasien. Sebelum dibawah ke rumah sakit.

Walau begitu, ia mengaku tidak pernah sekalipun mendapat prilaku tidak mengenakan dari para pasiennya.

Menurutnya, komunikasi menjadi kunci utama dalam menentukan langkah ketika mendekati para pasien ODGJ.

“Harus ada komunikasi, sekiranya dia terima atau tidak terima kita tahu langkahnya seperti apa, ngomongnya seperti apa, ODGJ itu harus di lembutin,” jelasnya.

Tak jarang, ia merasa jengkel ketika para penderita disabilitas mental mendapat perlakuan kurang baik dari masyarakat.

Menurutnya masyarakat seharusnya lebih memperhatikan para ODGJ bukan malah memberi jarak dengan mereka.

“Jangan sampai kita menjauh, Kemungkinan kalau ada yang nyakitin, kita yang marah, dia manusia, kita juga manusia,” jelasnya.

Baca juga: Pencaker Padati Job Fair BTM, Ini Keuntungan Cari Kerja di Job Fair

Yuyun juga selalu berpesan kepada keluarga pasien, agar memberikan perhatian lebih kepada anggota keluarganya yang menderita disabilitas mental

Karena sebetulnya, mereka membutuhkan kasih sayang. Maka dari jtu jangan memberi jarak antar keluarga dan pasien supaya tidak memperparah psikisnya.

Terakhir, Yuyun meminta masyarakat, jika di lingkungannya ada ODGJ yang meresahkan, segera lapor kepada aparatur lingkungan untuk segera menghubungi pendamping disabilitas.

“Nah maka dari itu kordinasi dengan kepala desa, nanti kalau RT RW sudah tau, nanti langsung dihubungi pendamping disabilitas,” tukas Yuyun.(mg1)

Editor: Rany

Berita Lainnya