logo radar

Ceu Popong Sebut Etnis Arab dan Cina

BOGOR—RADAR BOGOR, Ketua Forum Pembauran Kebangsaaan (FPK) Jawa Barat, Popong Otje Djundjunan meminta agar FPK Kabupaten Bogor memupuk kebhinekaan di Kabupaten Bogor.

Hal ini penting agar kerukunan antar suku, etnis di wilayah Jawa Barat khususnya dan Indonesia pada umumnya tetap terjaga dengan baik.

‘’Indonesia memiliki 400 lebih suku bangsa dan etnis, bahasa, adat istiadat dan budaya yang berbeda. Kita hidup bersama-sama tapi tidak harus sama, karena memiliki perbedaan,’’ kata Ceu Popong sapaan akrab Popong Otje Djundjunan saat kunjungan kerja dan koordinasi dengan FPK Kabupaten Bogor di kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bogor, Rabu (27/7/2022).

Baca juga: Sudah Inkracht, Kuasa Hukum Masjid Imam bin Hambal Sebut Bima Arya Belum Jalankan Putusan PTUN

Menurut dia, makna persatuan mengandung unsur cita-cita dari persaudaraan dan persahabatan, diliputi dengan suasana kebaikan, kesucian dan keindahan. Secara sederhana, persatuan memiliki arti gabungan, ikatan dan kumpulan dari beberapa bagian menjadi satu kesatuan utuh.

‘’Saya dari suku Sunda selalu menonjolkan identas saya sebagai orang Sunda, tapi ketika saya melihat kesatuan bangsa, saya tentunya menggunakan bahasa persatuan yakni bahasa Indonesia,’’ tegas Ceu Popong.

Begitu juga etnis Cina, etnis Arab, suku Jawa, suku Sunda dan suku-suku lainnya di Indonesia boleh menunjukkan identitasnya masing-masing dalam kehidupan sehari-hari.

Namun perbedaan ini harus masuk dalam sebuah wadah sehingga menjadi satu kesatuan. Bersatunya bangsa Indonesia didorong oleh kemauan yang sadar untuk mencapai kehidupan bangsa yang merdeka, berdaulat, adil dan makmur.

‘’Untuk itu mari kita terus membina persatuan bangsa,’’ tegasnya.

Sedangkan konsep kesatuan bangsa Indonesia meliputi kesatuan wilayah dan sosial. Kesatuan wilayah bangsa Indonesia meliputi kesatuan darat, laut dan udara.

Baca juga: Pimpinan DPRD Minta Hasil Laporan Anggotanya Plesiran ke Italia, JM: Dua Minggu Paling Lama

Berdasarkan konsep wawasan nusantara sebagai politik kewilayahan, Indonesia merupakan negara kepulauan, negara yang sebagian besar lautan dan dikelilingi oleh pulau-pulau besar dan kecil.

Wilayah perairan menjadi wilayah pokok, bukan hanya wilayah pelengkap. Laut menjadi bagian yang menyatu dengan daratan, bukan sebagai pemisah antara pulau yang satu dengan pulau lainnya.

Kesatuan bangsa dalam aspek sosial terwujud dalam beberapa aspek kehidupan, yaitu kesatuan politik, ekonomi, dan sosial budaya.

Perwujudan konsep kesatuan bangsa dalam kesatuan politik berarti mengakui bahwa keutuhan wilayah nasional dan segala kekayaannya adalah satu kesatuan wilayah, satu kesatuan seluruh bangsa yang menjadi milik bersama.

‘’Kita punya lima konsep dasar kesatuan, yakni bangsa Indonesa , bahasa Indonesia, lagu kebangsaaan , bendera merah putih dan pancasila sebagai dasar negara,’’ papar Ceu Popong.

Sementara itu Ketua FPK Kabupaten Bogor, H Enung Sutisna menyambut hangat kedatangan rombongan FPK Jawa Barat. Terlebih ketua FPK Jabar Popong Otje Djundjunan memberikan arahan dan motivasi dalam merawat kebhinekaan di Kabupaten Bogor khususnya.

‘’Beliau sarat pengalaman dan harus kita teladani sebagai negarawan dari etnis Sunda, ‘’ kata Enung.

Ceu Popong kata H. Enung selalu berbicara bahasa Sunda di forum-forum nasional. Meski begitu, Ceu Popong tidak anti kebhinekaan, justru sebaliknya mengajak orang sunda untuk berbaur dengan suku lainnya, baik itu bersilaturahmi maupun membolehkan pernikahan orang sunda dengan suku lain di Indonesia. (unt)

Editor: Rany

Berita Lainnya