logo radar

Mahasiswa IPB Berikan Edukasi ke Warga Kedung Badak Soal Ini

BOGOR-RADAR BOGOR, Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) berikan berbagai kegiatan edukasi bagi masyarakat di Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB tahun 2022 yang mengusung tema “Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Bidang Kesehatan dan Ekonomi di Kelurahan Kedung Badak”.

Dosen pembimbing lapangan, Retnaningsih menjelaskan hal ini dilakukan sebagai bentuk aplikasi peran Agent of Change yang dimiliki mahasiswa untuk meningkatkan potensi dan memberikan solusi kepada masyarakat, melalui proses belajar sesuai dengan bidang keilmuan yang dimilikinya.

“Mahasiswa secara langsung bersama masyarakat mengidentifikasi, menganalisis, menangani masalah-masalah pembangunan yang ada secara terintegrasi antar profesi di IPB,” tuturnya.

Baca juga: Jonggol Bakal Jadi Ibu Kota Kabupaten Bogor Timur

Terdapat beberapa program di bidang lingkungan, pertanian, serta kesehatan yang diberikan pada KKNT IPB 2022.

Di antaranya ialah program pendampingan digital marketing pada pembudidaya komoditas pertanian warga lokal dan UMKM, pendampingan budaya tanaman sayur, pembuatan proposal dan desain tangki septik, pembuatan poster Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS), dan pengolahan kompos dari sampah organik (POS PANIK).

Selain itu, mahasiswa juga menjalankan program di bidang kesehatan. Meliputi program edukasi bahaya stunting serta pengukuran tinggi dan berat badan pada balita.

Melalui program pertanian yang diberikan tersebut dirinya berharap dapat dimanfaatkan oleh warga sehingga produk yang dihasilkan dapat digunakan oleh pembudidaya komoditas pertanian warga lokal, sehingga meningkatkan produktivitas panen yang dihasilkan warga.

“Semoga edukasi-edukasi yang diberikan pada program lingkungan dapat meningkatkan kesadaran warga mengenai bahaya cubluk bagi lingkungan,” ucapnya.

Baca juga: Langgar Aturan, Bangkai Pesawat Bikin Macet Kemang

Program kesehatan yang diberikan juga diharapnya dapat memberikan data valid mengenai tinggi dan berat badan balita di wilayah tersebut, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang gejala awal stunting dan memberikan rekomendasi bahan pangan yang cocok untuk balita. (cr1)

Editor: Rany

Berita Lainnya