logo radar

Omicron Varian BA.5 Hingga Centaurus Muncul, yang Berisiko Tinggi Diimbau Booster Dua Kali

omicron
Subvarian Omicron semakin beragam, mulai dari BA.2, BA.4 dan BA.5, kini muncul lagi subvarian BA.2.75 atau dikenal dengan Centaurus. Sehingga muncul desakan agar populasi berisiko harus divaksinasi 4 dosis, atau booster 2 kali.

RADAR BOGOR – Subvarian Omicron semakin beragam, mulai dari BA.2, BA.4 dan BA.5, kini muncul lagi subvarian BA.2.75 atau dikenal dengan Centaurus.

Karena semakin banyaknya subvarian Covid-19 yang muncul dan menembus antibodi dari vaksin, maka desakan perlindungan lebih kuat semakin penting untuk mencegah keparahan dan kematian. Sehingga muncul desakan agar populasi berisiko harus divaksinasi 4 dosis, atau booster 2 kali.

“Dosis keempat di era omicron BA.5 dan BA.2.75 itu mendesak dan penting,” tegas Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman.

Baca juga: Muncul Varian Baru Omicron BA.2.75, Masyarakat Indonesia Diimbau Untuk Waspada

Menurut Dicky, kecenderungan subvarian Omicron ini mampu menembus barikade vaksinasi. Dan itu artinya, masyarakat memerlukan penguat kembali dari dosis booster.

“Vaksin yang ada saat ini punya kelemahan, keterbatasan. Apa itu? Yakni tak bisa cegah orang divaksin tak terinfeksi. Bahkan saat sudah divaksin masih menulari orang lain,” jelasnya.

Kelemahan lainnya, masa durasi perlindungan vaksin hanya kurang dari 1 tahun. Akan tetapi, menurutnya, vaksin tetap melindungi seseorang dari keparahan dan kematian.

“Kematian terus menurun, tren masuk ICU juga menurun. Akan tetapi orang yang terinfeksi saat ini lebih banyak. Varian baru ini mereinfeksi jauh lebih tinggi atau jauh lebih kuat, meskipun tak parah,” tegasnya.

Baca juga: Gawat, Kasus Covid-19 Subvarian Omicron di Indonesia Naik 6 Kali Lipat

Adapun penyebab pentingnya dosis keempat, pertama, karena pada kelompok masyarakat berisiko, perlindungan vaksin pada tubuhnya sudah mulai kadaluarsa. Misalnya pada lansia dan juga tenaga kesehatan. Kedua, banyak masyarakat berisiko sudah lewat dari 6 bulan lalu mendapatkan booster. Dan dengan booster lanjutan, akan melindungi 60 persen mencegah dari keparahan dan 72 persen dari kematian.

“Tapi bukan semuanya butuh booster 2 kali, tetapi mereka yang berisiko saja yakni seperti pelayan publik, nakes, hingga lansia,” tutupnya. (jpg)

Editor: Yosep/Zulfa-KKL

Berita Lainnya