Kasus Covid-19 di Kota Bogor Meningkat, Dinkes Ungkap Penyebabnya

Ilustrasi kasus Covid-19
Ilustrasi kasus Covid-19

BOGOR-RADAR BOGOR, Kasus Covid-19 di Kota Bogor mengalami tren kenaikan mulai pertengahan Juni hingga akhir Juli2022. Hal itu kemungkinan karena meningkatnya mobilitas masyarakat, melemahnya penerapan protokol kesehatan, dan berkurangnya penggunaan masker.

Baca Juga : Sebanyak 5.653 Orang Positif Covid-19 dalam Sehari Dari 118 Ribu Tes

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Sri Nowo Retno, ada tiga faktor yang membuat Covid-19 meningkat di Kota Bogor. Yakni mobilitas, protokol kesehatan, dan penggunaan masker.

”Salah satu penangkal penyebaran Covid-19 yang secara sederhana dapat dilakukan masyarakat yakni tetap menjaga protokol kesehatan. Sesuai imbauan Presiden Jokowi, masyarakat sebaiknya tidak melepas masker baik di dalam maupun di luar ruangan ketika berada di kerumunan atau ruang publik,” kata Sri Nowo Retno.

Dari data Satgas Covid-19 Kota Bogor, lanjut dia, terjadi peningkatan kasus positif harian dalam tiga hari terakhir. Pada Rabu (20/7/2022) dilaporkan 70 kasus baru, Kamis (21/7/2022) tercatat 95 kasus baru, dan Jumat (22/7/2022) mencapai 117 kasus baru.

”Selain tiga faktor penting itu, kurang antusiasnya masyarakat terhadap vaksinasi penguat juga patut menjadi perhatian semua pihak untuk mencegah penyebaran Covid-19,” terang Sri Nowo Retno.

Retno menyampaikan, kenaikan kasus Covid-19 tidak hanya terjadi di Kota Bogor tetapi kasus secara nasional juga naik disumbang dari kenaikan di masing-masing wilayah kota/kabupaten di Indonesia.

”Tetapi masyarakat saat ini tidak peduli, terlena dengan kasus melandai beberapa bulan terakhir, ditambah mobilitas masyarakat dari tempat satu ke tempat lain juga sudah mulai normal,” jelas Sri Nowo Retno.

Baca Juga : Jumling di Kampung Pabuaran, Dedie Tampung Aspirasi Warga

Dia mengatakan, berdasar hasil penelusuran yang dilakukan Satgas Covid-19, ada tiga klaster yang menyebabkan kasus Covid-19 di Kota Bogor mengalami kenaikan. Di antaranya, klaster dari luar kota, keluarga, hingga kontak erat.

”Ketiga klaster itu dan kemarin ada yang tertular Covid-19, ada riwayat perjalanan luar kota dan luar negeri. Tapi rata-rata gejalanya ringan semua,” terang Retno. (jpg)

Editor : Yosep

Berita Lainnya