Proyek Perpustakaan Kota Bogor Jadi Temuan BPK, Diarpus Akui Kelebihan Pembayaran

Proyek perpustakaan daerah
Wali Kota Bima Arya saat mengecek proyek pembangunan perpustakaan daerah yang merupakan program strategis.

BOGOR-RADAR BOGOR, Proyek pembangunan Gedung Perpustakaan Kota Bogor tahun 2021 jadi temuan BPK. Hasil temuan itu berkaitan dengan kelebihan pembayaran proyek senilai Rp600 juta ke kontraktor, dalam hal ini PT Artikon Dimensi Indonesia.

Baca Juga : Menengok Agenda Peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Kota Bogor

Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Bogor pun buka suara terkait hasil temuan BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Bogor tahun 2021 yang belum diselesaikan sampai saat ini.

penerimaan mahasiswa baru universitas nusa bangsa bogor

“Temuan BPK (terkait) revitalisasi pembangunan Gedung Perpustakaan. Pengembalian saja, bukan karena telat atau pinalti,” kata Kepala Diarpus Kota Bogor, Agung Prihanto kepada wartawan, Kamis (21/7/2022).

Agung mengaku sudah menindaklanjuti, dan menyampaikan hal tersebut ke operator. “Alhamdulillah kemarin itu pertanggal 20 Juli kemarin sudah mulai dicicil, Rp100 juta. (Total yang harus dikembalikan) Rp600-an jutaan,” ucapnya.

Menurut Kepala Diarpus Kota Bogor, memang persoalan kelebihan pembayaran pada proyek Perpustakaan ini menjadi catatan pihaknya.

Untuk itu, pihaknya mengaku akan terus memonitor proses pengembalian yang dilakukan pihak kontraktor hingga waktu yang sudah ditentukan.

“Ini jadi bahan evaluasi kita. Harus optimis bisa dikembalikan. (Batas waktu pelunasan) sampai akhir tahun,” ujarnya.

Proyek pembangunan Perpustakaan Kota Bogor di eks Gedung DPRD Kota Bogor, Kecamatan Bogor Tengah, sebelumnya sempat menjadi perhatian DPRD.

Saat itu, DPRD Kota Bogor meminta Diarpus untuk menyampaikan laporan pembangunan tahap pertama, yang dijalankan pada 2021.

Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor, Safrudin Bima mengatakan, pada saat pembangunan Perpusda tahap pertama menelan anggaran sebesar Rp13,6 miliar.

Menurut pria yang disapa SB, laporan tersebut akan digunakan untuk mengevaluasi proses pengerjaan pada tahap pertama, agar pengerjaan di tahun ini bisa tepat waktu dan kualitas bangunan terjaga.

“Tahun ini kan anggaran Rp 10 miliar untuk interior, nah kita mau pembangunan tahun ini tepat waktu dan kualitasnya juga terjaga. Untuk itu, kami meminta laporan pembangunan tahun lalu dan akan meninjau lokasi pembangunan untuk memastikan kualitasnya,” kata Safrudin, belum lama ini.

Baca Juga : Proyek Perpustakaan Daerah Baru 72 Persen, Bima: Dipercepat!

Kemudian, politisi PAN itu juga meminta agar Diarpus Kota Bogor mempersiapkan semua kebutuhan pasca selesainya pembangunan perpustakaan.

Baik persiapan anggaran pemeliharaan dan kesiapan untuk mengisi Perpusda seperti buku, arsip dan kegiatan selama setahun. Sebab, menurut Safrudin, setelah selesai di tahun ini, mulai 2023 nanti, Perpusda harus sudah beroperasi. (ded)

Reporter : Dede Supriadi
Editor : Yosep

Berita Lainnya