Inflasi Sasar Negara Tujuan Ekspor, Minaqu Atur Strategi dan Manuver Baru

Minaqu Indonesia bersama Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki.

BOGOR-RADAR BOGOR, Eksportir tanaman hias Bogor, Minaqu Indonesia harus berjibaku dengan kondisi global yang semakin tak menentu. Strategi baru pun disusun agar ekspor-ekspor produk asli nusantara tetap bisa berdampak positif terhadap perekenomian Indonesia.

Minaqu pun berusaha menggali sejumlah potensi maupun tujuan baru untuk mengatasi persoalan global itu. Salah satunya dengan membangun sinergi yang baik bersama pemerintah pusat. Baru-baru ini, sinergi tersebut dijalin dengan menyambangi Kementerian Koperasi dan UMKM.

Baca Juga:  Menkop UKM Sebut Potensi Pasar Tanaman Hias Dunia Tembus Rp3.000 Triliun

CEO Minaqu Indonesia, Ade Wardhana Adinata menuturkan, pertemuan itu membagikan insight dan motivassi mengenai perkembangan dunia global terutama dampaknya dalam bidang ekonomi. Tak bisa dipungkiri, perang yang berkecamuk di Rusia dan Ukraina mempengaruhi lini ekspor. Inflasi mewarnai sejumlah negara-negara besar di dunia.

“Ada inflasi di negara-negara Eropa dan Amerika. Ini berefek pada kita para eksportir, khususnya produk komunitas. Makany, beliau memberikan masukan mengenai strategi-strategi yang harus dilakukan para pelaku eskpor seperti kami dengan banyak mitra binaan yang terpengaruh kondisi global,” terangnya kepada Radar Bogor.

Ia menyebutkan, inflasi memaksa terjadinya pengurangan permintaan dari produsen-produsen di negara tujuan. Oleh karena itu, perlu ada strategi dan manuver yang bisa diterapkan di dunia ekspor.

“Kami coba men-develop switch market (perpindahan pasar) beberapa negara yang masih menjadi potensi dan tidak terdampak (inflasi dan perang). Itu selain juga men-develep domestic market,” tandasnya.

Ia mencontohkan, negara-negara yang bisa dimaksimalka sebagai tujuan eksor seperti China, Uni Emirat Arab, Oman, Qatar, Kuwait, hingga wilayah lainnya yang masih tidak terdampak begitu parah.

Bagaimanapun, kata Ade, pihaknya juga harus menjaga keberlangsungan ekspor. Rantai pasokan tanaman hias atau produk ekspor juga sampai ke tingkat petani mitra Minaqu. Mereka itulah yang mesti dijaga agar tetap semangat dan terus bergerak dari sisi perekonomian.

Baca Juga:  Garap Ekspor Keju dan Yogurt, Begini Langkah Minaqu dan Kemenkop

“Kondisi ini post majeure, kan. Tidak ada yang menyangka. Ternyata berdampak terhadap negara-negara tujuan kita. Sementara, market terbesar kita adalah Eropa dan Amerika yang menjadi tujuan Minaqu,” ujar Ade.

“Jadi, kita juga sekaligus mengajak petani mitra untuk mulai memajukan tanaman pangan atau hal-hal lain yang sekiranya bisa membantu ekspor,” tambahnya. (mam)

Berita Lainnya