Tahun Ajaran Baru, Kemenag Pantau pelanggaran Prokes dan Perpeloncoan di Madrasah

Ilustrasi sekolah hari pertama (Dok.Istimewa)
Ilustrasi sekolah hari pertama (Dok.Istimewa)

JAKARTARADAR BOGOR, Tahun ajaran baru Kemenag (Kementrian Agama) pantau pelanggraan prokes dan perpeloncoan di madrasah. Hasilnya tidak ditemukan pelanggaran protokol kesehatan (prokes). Selain itu tidak ada laporan kasus kekerasan atau perpeloncoan.

Baca JugaLPDP dan Kemenag Siapkan 2000 Beasiswa S1 untuk Guru Madrasah

Hasil pemantauan disampaikan oleh Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag Moh. Isom. “Tahun pelajaran baru dimulai 18 Juli lalu,” katanya di Jakarta pada Selasa (19/7).

Untuk madrasah, awal tahun pelajaran baru disebut Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama).

Isom menuturkan pelaksanaan Matsama secara umum berjalan lancar dan sesuai prokes. Kemudian pelaksanaannya sesuai ketentuan madrasah yg ramah anak. “Pelaksanaan Matsama juga berjalan dengan sehat dan bersih, serta jauh dari kekerasan seksual,” tuturnya.

Dia mengatakan soal protokol kesehatan, madrasah mematuhi ketentuan di dalam SKB 4 menteri. Isom juga menegaskan, meskipun pembelajaran tatap muka (PTM) sudah bisa dilakukan seratus persen, prokes tetap wajib dijalankan. Diantaranya adalah penggunaan masker bagi para siswa dan guru di lingkungan sekolah atau madrasah.

Sampai saat ini mayoritas sekolah memberlakukan PTM secara penuh. Meskipun secara statistik kasus Covid-19 mengalami peningkatan. Bupati Bungo Mashuri mengatakan, sejak beberapa bulan terakhir, di wilayahnya zero kasus Covid-19. Sehingga mereka berani memberlakukan PTM secara penuh pada tahun pelajaran saat ini. ’’Kasusnya yang tinggi kan berada di pulau Jawa,’’ katanya usai penandatangan kerjasama di kampus Universitas Terbuka (UT) kemarin.

Baca JugaPerpustakaan Sekolah dan Madrasah Butuh Pembinaan Perpusnas, Jumlahnya Nggak Main-main

Mashuri mengatakan mereka mematuhi ketentuan protokol kesehatan sesuai aturan dari pusat. Dia bersyukur kasus Covid-19 secara nasional sudah tidak setinggi dulu lagi. Dia berharap segera ada tren penurunan kasus Covid-19.(jpg)

Editor : Yosep/Nadila-KKL

Berita Lainnya