10 Rumusan Suara Anak Daerah Kota Bogor Siap Jadi Perhatian Pemkot

Suara Daerah Anak
penyampaian perumusan Suara Anak Daerah (SAD) Kota Bogor di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Rabu (20/7/2022).

BOGOR-RADAR BOGOR, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor menggelar audiensi Forum Anak Kota Bogor, dalam rangka penyampaian perumusan Suara Anak Daerah (SAD) Kota Bogor di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Rabu (20/7/2022).

Baca Juga : BRILiaN Leadership Insight Berlandaskan Akhlak, Kunci Sukses Transformasi Culture BRI

Penyampaian rumusan Suara Anak Daerah Kota Bogor ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dan kepala dinas terkait.

Dedie mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sangat memperhatikan apa yang menjadi suara anak daerah Kota Bogor.

Ada 10 poin yang disampaikan Forum Anak Kota Bogor terutama terkait dengan keinginan, harapan dan cita-cita anak-anak Kota Bogor agar mereka selalu dilibatkan dalam langkah-langkah pembangunan di Kota Bogor.

“Tadi hampir semua OPD terkait memberikan tanggapan dan memberikan komitmen untuk memperhatikan dan menindaklanjuti yang menjadi usulan di suara anak daerah Kota Bogor,” ujarnya.

Pihaknya juga sangat menginginkan generasi muda Kota Bogor menjadi Generasi Emas di 2045. Hal ini tentu harus dipersiapkan dari sekarang.

Di antaranya, bagaimana Pemkot Bogor bisa menangani anak-anak putus sekolah mengingat di beberapa wilayah masih banyak anak-anak putus sekolah.

“Saya meminta secara khusus ke kecamatan dan kelurahan untuk melakukan pemetaan yang lebih komprehensif agar kita bisa mengambil langkah-langkah kebijakan yang tepat dan solusi supaya anak-anak bisa kembali sekolah atau menyelesaikan sekolahnya,” tegasnya.

Ia melanjutkan, yang juga menjadi harapan mereka yakni anak-anak ini bisa mengisi atau berkontribusi pada pembangunan.

Karena mereka mempunyai cita-cita yang ingin diwujudkan dan untuk bisa mencapai cita-cita ini perlu komunikasi yang intens dengan Pemkot Bogor agar jalannya terbuka dan mereka bisa menggapai cita-citanya.

“Kami juga memberikan apresiasi kepada KPAID Kota Bogor yang mendapatkan penghargaan di tingkat nasional sebagai KPAID terbaik di Indonesia. KPAID selama ini berkontribusi dalam memberikan perlindungan dan menjadi salah satu ujung tombak menghadapi persoalan kekerasan pada anak di rumah tangga,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Kepala DP3A Kota Bogor, Iceu Pujiati mengatakan, ada 10 rumusan di Suara Anak Daerah Kota Bogor. Di antaranya menyosialisasikan fungsi dan penggunaan Kartu Identitas Anak (KIA) di Kota Bogor, mengoptimalkan penurunan angka pernikahan anak melalui edukasi dan sosialisasi.

Kemudian, menolak segala bentuk kekerasan dan memohon kepada pemerintah untuk menegakkan kembali regulasi yang telah ditetapkan terkait kekerasan serta perlindungan terhadap anak di Kota Bogor, mendukung pemerintah untuk memaksimalkan fungsi dan lebih memperhatikan infrastruktur ramah anak di Kota Bogor.

Kelima, lanjut Iceu, memohon kepada pemerintah untuk meningkatkan pengawasan terhadap Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan menolak secara tegas penggunaan segala jenis rokok di sekitar anak, mendukung pemerintah untuk memaksimalkan dan meningkatkan fungsi fasilitas kesehatan ramah anak di Kota Bogor, meningkatkan keterlibatan anak penyandang disabilitas dalam partisipasi yang lebih inklusif, menolak eksploitasi anak dan mendukung pemerintah dalam mengatasi eksploitasi anak di Kota Bogor.

“Ke sembilan menolak tegas pornografi dan pornoaksi dalam bentuk apapun di Kota Bogor dan kesepuluh Forum Anak Kota Bogor mendukung pemerintah terkait optimalisasi informasi layak anak,” katanya. (*)

Editor : Yosep

Berita Lainnya