Go Publik, Tera Data Indonusa Himpun Dana IPO Sebesar Rp145,617 Miliar

CORE
Indonesia juga memiliki kebijakan moneter dan fiskal yg terencana cukup baik serta fiskal yang sangat disiplin. Hutang pemerintah tidak pernah melewati batas 60 persen PDB. (Istimewa)

RADAR BOGOR – PT Tera Data Indonusa Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Rabu (20/7/2022). Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan besar komputer dan perlengkapan komputer ini memakai kode saham AXIO dalam perdagangan sahamnya.

Direktur Utama AXIO, Michael Sugiarto, perseroan dalam penawaran umum perdana saham melepas sejumlah 1.040.126.500 saham kepada publik dengan nominal Rp 25 per saham. Besaran saham yang ditawarkan setara dengan 17,81% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan menghimpun dana segar sebesar Rp145,617 miliar.

“Investor menyambut saham AXIO. Ini terlihat dari tingginya minat selama masa penawaran dengan mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak 78 kali,” kata Michael dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (20/7).

Baca juga: PT. Trimitra Prawara Godland Catatkan Sahamnya di Bursa Efek Indonesia

Michael mengemukakan, AXIO merupakan perusahaan yang paling siap memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) sesuai dengan kebijakan Pemerintah.

Pada 2021, Pemerintah Republik Indonesia membuat kebijakan melalui Perpres No. 12/2021, yang mewajibkan setiap pengadaan di Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah mengutamakan produk dalam negeri yang harus memenuhi standar TKDN dan BMP.

Sesuai dengan ketentuan tersebut, demikian Michael, AXIO memiliki produk-produk dengan jumlah angka TKDN dan BMP melebihi 50%. “Dengan pencapaian angka TKDN dan BMP melebihi 50%, AXIO menjadi pilihan dari pengadaan instansi Pemerintah dan BUMN di Indonesia.

Michael menyampaikan, dana hasil IPO saham tersebut di atas, sekitar 90% akan digunakan untuk modal kerja (Working Capital) untuk menunjang peningkatan penjualan Perseroan berupa keperluan pembelian bahan baku komponen dan suku cadang produk Perseroan yang meliputi LCD, motherboard, SSD, RAM, dan lainnya.

Selain itu, akan digunakan untuk pembiayaan piutang usaha, peningkatan kualitas Human Capital Development melalui pengembangan melalui pelatihan internal maupun eksternal serta pengembangan channel distribusi melalui tenaga pemasaran dan perluasan cakupan service centre pada area pemasaran perseroan.

Sisanya 10% akan digunakan untuk belanja modal (Capital Expenditure) antara lain untuk perluasan area gudang dan produksi yang berlokasi di pabrik Perseroan saat ini dan pembelian peralatan pendukung produksi berupa conveyor line, forklift, racking management, serta mesin berupa Surface Mounting Technology (SMT) untuk keperluan produksi motherboard dan alat pendukung pengembangan berupa alat tes hasil produksi (Quality Control Kit). Untuk memenuhi kenaikan volume permintaan dan penjualan tahun 2022 dan kedepannya serta dapat meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan proses produksi Perseroan.

Baca juga: Kembangkan SDM Peserta Didiknya, FEM dan YAPI IPB Buka Perdagangan Bursa Efek Indonesia

Dari sisi kinerja, AXIO menunjukkan kinerja keuangan yang baik dan bertumbuh positif secara konsisten. Ini tercermin pada laporan laba rugi. Pada kinerja secara tahunan 2021 AXIO berhasil mencatatkan kenaikan laba bruto sebesar 400% menjadi Rp 264 miliar. Alhasil laba bersih tahun berjalan berhasil mengalami kenaikan sebesar 1.056% YoY menjadi Rp 135 miliar.

Pada tahun 2020 dan 2021, terjadi peningkatan permintaan akan produk Teknologi Informasi (TI), khususnya notebook dan laptop. Kondisi ini turut meningkatkan bisnis notebook dan laptop AXIO di Indonesia karena adanya new normal, dampak dari Covid-19. (jpg)

Editor: Yosep/Zulfa-KKL

Berita Lainnya