One Way di Jalan Golf Ciriung Diprotes Warga, Lurah: Solusi Jangka Pendek Kemacetan

Warga melintas di Jalan Golf Ciriung yang dipasangi spanduk penolakan pemberlakukan sistem kendaraan satu arah di jalan tersebut.
Warga melintas di Jalan Golf Ciriung yang dipasangi spanduk penolakan pemberlakukan sistem kendaraan satu arah di jalan tersebut.

CIBINONG-RADAR BOGOR, Niat mengurai kemacetan di Jalan Golf, sistem satu arah atau One Way yang diinisiasi Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor malah diprotes warga.

Warga menilai, rekayasa lalu lintas itu hanya untuk kepentingan sekolah. Sedangkan warga yang juga menggunakan jalan tersebut untuk kegiatan ekonomi malah dirugikan.

Menanggapi hal tersebut, Lurah Ciriung, Heru Irawan membantah kebijakan one way di Jalan Golf hanya untuk kepentingan sejumlah sekolah yang ada di wilayah tersebut.

Menurutnya, kebijakan itu merupakan solusi jangka pendek mengantisipasi kemacetan parah yang acap kali terjadi di jalan tersebut.

Baca juga: Airlangga: Vaksin Booster Wajib Untuk Semua Aktivitas Masyarakat!

“Coba bayangkan, ada enam sekolah di sana dengan jumlah murid ribuan, ditambah jumlah warga yang seiring bertambah, dengan jalan yang sempit bagaimana tidak stuck jalan di sana,” ungkap Heru saat ditemui di kantorny, Senin, (18/7/2022).

Menurutnya, kondisi itu perlu solusi cepat apalagi saat ini kegiatan belajar di sekolah telah dimulai kembali setelah dua tahun pandemi Covid-19.

Meski Heru mengaku, usulan diberlakukannya arus satu arah memang berasal dari pihak-pihak sekolah yang khawatir anak muridnya terlambat karena terjebak kemacetan di Jalan Golf.

Itu pun hanya diberlakukan pada jam berangkat sekolah mulai pukul 06.00 WIB hingga 07.15 WIB pada Senin – Jum’at.

“Hari ini baru mulai uji coba karena masih disosialisasikan, kalau memang desakannya minta normal lagi, saya lakukan seperti biasa. Tapi jangan sampai ketika macet total terus viral saya disalahin,” kata Heru.

Di sisi lain, Ketua Karang Taruna Kelurahan Ciriung, Agus Sungkowo meragukan kebijakan one way menjadi solusi terbaik dalam mengurai kemacetan di Jalan Golf. Pasalnya, jalan alternatif yang digunakan dalam pengalihan arus one way tidak lebih baik atau memadai.

Baca juga: Berbeda Dengan SMP, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di SMA dan SMK Berjalan Luring

“Jalan alternatif lain juga bukan solusi karena juga sempit, banyak anak-anak sehingga membahayakan, harus ada solusi lain dari pemerintah,” tegas Agus.

Dia juga meminta, pihak-pihak sekolah yang mengusulkan sistem one way, ikut terlibat dengan menerjunkan petugas keamanan untuk mengamankan arus lalin di Jalan Golf.

“Pihak sekolah juga harus ada kontribusi, kan jalan ini ada sebelum sekolah-sekolah itu dibangun, jangan hanya mau mengatur warga tapi tidak mau kontribusi,” tukasnya.(cok)

Editor: Rany

Berita Lainnya