logo radar

Marak Buang Bayi di Bogor, Atiek Yulis: Pemerintah Harus Turun Tangan

Pelaku Pembuang Bayi
Ilustrasi. Petugas saat mengevakuasi jasad bayi di Aliran Sungai Ciliwung, Kampung Muara RT 03/04 Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Minggu (17/7/2022) sore. Pelaku pembuang bayi tersebut saat ini masih diburu polisi.

CISARUA-RADAR BOGOR, Maraknya kasus buang bayi di Kabupaten Bogor, membuat miris Ketua MPB (Markas Pejuang Bogor) Atiek Yulis.

Menururnya, maraknya kejadian membuang bayi yang tak berdosa dan dibuang di sembarang tempat, ini harus segera ditangani.

Iapun meminta pemerintah harus segera turun tangan dan memanggil semua pihak yang punya tupoksi dengan kasus seperti ini.

Baca juga: Mobil Terbakar di Perumahan Elit

Diantaranya Dewan komisi 4, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial bidang Rehsos, KPAD, ketua MUI, dan Polres Bogor.

“Dalam sebulan sudah tiga kali. Jika tidak ditangai dengan serius ini bisa menginspirasi pelaku lain. Jadi pemerintah harus segera turun tangan,” katanya kepada Radar Bogor, Senin (18/7/2022).

Atiek memaparkan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak sebagai Leading sectornya, harus segera ada pembahasan, berikut bagaimana penanganan kasus seperti ini.

“Sangat miris dan tragis disaat ditemukan bayi-bayi tersebut bahkan sudah tidak bernyawa. Harus segera ada penanganan serius,” paparnya.

Baca juga: One Way di Jalan Golf Ciriung Diprotes Warga, Lurah: Solusi Jangka Pendek Kemacetan

Atiek menduga, Kasus buang bayi di Bogor diatas biasanya dilakukan oleh anak di bawah umur atau sudah cukup umur. Tapi karena hasil perzinahan atau di luar nikah, pelaku ini takut dan malu.

“makanya saat bayinya lahir mereka langsung buang begitu saja untuk menutupi aibnya,” paparnya.

lanjut Atiek, markanya buang bayi di Bogor ini sudah sangat meresahkan. Ia meminta pemerintah, penegak hukum juga masyarakat jangan dianggap maraknya buang bayi di bogor ini kejadian yang enteng.

“Karena menyangkut akhlak dan masa depan anak juga norma agama,” pintanya.

Baca juga: Airlangga: Vaksin Booster Wajib Untuk Semua Aktivitas Masyarakat!

Untuk itu, pendidikan agama juga peran penting dari orang tua untuk memberikan pendidikan agama yang baik dan lebih dekat terhadap semua anka-anaknya menjadi pencegahan pertama agar kasus maraknya buang bayi di Bogor ini bisa dicegah.

“Orang tua itu haru bisa merangkul dan mengajak bicara dari hati ke hati agar menjaga pergaulan dengan baik, dan peran sekolah agar diberikan ekstra pelajaran agama yang baik agar semua anak didik bisa memahami dan menjalankan yang diperintahkan dan menjauhi yang dilarang,” tukasnya. (all)

Editor: Rany

Berita Lainnya