Terowongan Mina Mati Lampu 30 Menit, Teringat Tragedi 1990

Terowongan Mina
Terowongan Mina Arab Saudi.

ARAB SAUDI-RADAR BOGOR, Insiden mati lampu terjadi di Terowongan Mina Minggu (10/7/2022) pagi waktu Arab Saudi (WAS), tepatnya di titik menuju jalur atas jamarat tiga atau lantai tiga.

Baca Juga : Jamaah Haji Meninggal bertambah 5 orang, jumlah saat ini 33 orang

“Mati lampu pada jam 05.15 WAS sampai 06.10 WAS kurang lebih,” kata Wakasatops Masyair 3 Harun Al Rasyid, kepada Media Center Haji (MCH) 2022, di Mina, Makkah, Sabtu (9/7/2022).

Dia mengatakan, dugaan sementara mati lampu karena korsleting arus pendek. Menurut dia, tanda-tanda itu sebetulnya sudah tampak Sabtu (9/7/2022) malam, di mana lampu depan terowongan kadang mati kadang hidup.

“Begitu jemaah habis Subuh mau ke jumarat lewat Terowongan Mina, maka terjadi mati lampu. Alhamdulillah tidak lama, 30 menit saja bisa segera diatasi oleh pihak Arab Saudi dan alhamdulillah sekarang sudah normal kembali,” ujar dia.

Harun menjelaskan, saat kejadian, pergerakan jemaah langsung dihentikan sementara. Mereka kemudian diberi arahan dan edukasi agar jemaah tidak panik dan tenang karena hanya beberapa saat saja sambil menunggu perbaikan.

“Jemaah menunggu, dihentikan dan kami memberikan edukasi juga informasi seputar jamarat yang akan mereka lalui di lantai 3,” kata dia.

Harun mengatakan, tidak ada korban dalam peristiwa mati lampu di Terowongan Mina tersebut. “Alhamdulillah tidak terjadi, dan segera teratasi dengan baik dan sekarang sudah lancar dan normal,” kata dia.

Harun menyebut, pihak Arab Saudi melakukan penanganan dengan baik. Mereka juga menyiapkan ahli listrik untuk mengantisipasi agar kejadian kejadian tersebut tidak terulang kembali.

Harun mengatakan, saat kejadian jemaah berhenti dan menunggu di sepanjang jamarat masuk terowongan. Mereka diberikan edukasi dan bimbingan. Mereka pun mematuhi aturan itu.

“Ketika terjadi lagi kami arahkan supaya tidak panik. Kalau panik hadapi gelap, justru akan menambah situasi tidak kondusif. Apalagi begitu padatnya jemaah kita. Kita imbau agar tenang,” kata Harun.

Seperti yang diketahui, tragedi memilukan pernah terjadi di Terowongan Mina 3 Juli 1990 silam hingga memakan korban. Dalam tragedi itu, sebanyak 1.426 orang jemaah haji tewas terinjak-injak di Terowongan Mina.

Baca Juga : PUPR Siap Membangun Sejumlah Infrastruktur Menuju KSPN

Pada saat itu, puncak ibadah haji akan dilaksanakan dengan melempar jumrah pada tembok Jamarat. Tercatat ribuan jemaah haji melewati Terowongan Mina untuk mencapai lokasi Jamarat, tempat ibadah lempar jumrah dilaksanakan.

Dilaporkan, 7 orang terjatuh akibat lantai terowongan yang rusak, akibatnya terjadi kepanikan ketika 5.000 orang berdesak-desakan di dalam terowongan.

Padahal kala itu, Pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa kapasitas Terowongan Mina hanya mampu menampung 1.000 orang. (net)

Editor : Yosep

Berita Lainnya