Unpak Helat Semnas Peran DPD dalam Peningkatan Potensi Daerah Kepulauan

Unpak
Seminar nasional bertajuk "Peran Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dalam Peningkatan Potensi Daerah Kepulauan" yang diadakan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Sekolah Pascasarjana Unpak, Selasa (28/6/2022).

BOGOR-RADAR BOGOR, Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Sekolah Pascasarjana Unpak Angkatan 2021, mengadakan seminar nasional bertajuk “Peran Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dalam Peningkatan Potensi Daerah Kepulauan” Selasa (28/6/2022).

Baca Juga : Tiga Srikandi Wapalapa Unpak Terjun Kibarkan Spanduk Raksasa

Seminar yang diselenggarakan di Auditorium Sekolah Pascasarjana Unpak ini, menghadirkan perwakilan dari Ketua DPD Republik Indonesia (RI) La Nyalla Mahmud Mattalitti yakni Nono Sampono (Wakil Ketua DPD RI).

penerimaan mahasiswa baru universitas nusa bangsa bogor

Ketua Pelaksana Seminar, Nimrot Asi Banjar Nahor mengatakan, tujuan diselenggarakan acara tersebut yakni memberikan wawasan terkait partisipasi DPD dalam peningkatan potensi daerah kepulauan.

“Kemudian dengan diselenggarakannya acara ini diharapkan dapat memberi gambaran bagaimana kendala, hambatan, serta strategi pengelolaan potensi daerah kepulauan,” imbuhnya.

Ia menyebut, melalui seminar nasional yang digelar diharapkan dapat memberikan wawasan terkait peluang serta kesempatan memanfaatkan potensi daerah kepulauan.

Pada kesempatan tersebut turut hadir Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, Pakar Politik Kepulauan Riau (Kepri), Robby Patria, serta Dosen Ilmu Hukum sekaligus Praktisi Hukum, Andi Muhammad Asrun.

Dalam paparannya Ansar Ahmad menerangkan Kepri memiliki garis pantai sepanjang 2.368 km, dengan 1.795 pulau, maka sektor Kelautan dan Perikanan memiliki fungsi dan peran yang sangat strategis di wilayah Kepulauan Riau. Maka pengembangan sektor kelautan ini akan meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan wilayah dan masyarakatnya

“Strategi pengembangan sektor kelautan dan perikanan yang dilakukan di antaranya melalui pengembangan kampung nelayan maju, pengembangan kampung budidaya, serta kerja sama dengan Kementerian kelautan dan perikanan maupun dengan biotrop,” tuturnya.

Ansar juga menjelaskan strategi yang dilakukan Kepulauan Riau (Kepri) dalam pengembangan di bidang pariwisata, di antaranya melalui peningkatan promosi wisata melalui berbagai media dan teknologi dan peningkatan kapasitas dan kualitas pelaku ekonomi kreatif secara berkelanjutan.

“Dalam pemulihan sektor pariwisata setelah pandami strategi yang dilakukan ialah pemberlakukan Bebas Visa Kunjungan (BVK) sesuai arahan Presiden Republik Indonesia pada tahun 2021. Selain upaya lainnya adalah membuka 2 pintu udara dan 8 pintu laut di Kepri dengan fasilitas penyambutan Wisatawan Mancanegara (Wisman) serta upaya-upaya lain yang terus digencarkan,” paparnya.

Pada paparannya, Ansar menilai kelahiran DPD-RI telah membangkitkan harapan masyarakat di daerah, termasuk di wilayah Provinsi Kepualauan Riau.

Oleh sebab itu dirinya berharap DPD-RI dapat memperjuangkan kepentingan daerah dan memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi pemerintah daerah dan masyarakatnya.

“Dalam rangka penguatan fungsi legislasi, maka DPD-RI seyogyanya diberikan hak langsung legislasi. Kemudian seharusnya DPD-RI turut serta dengan Presiden Jokowi ketika mengawasi pembangunan infrastruktur fisik di beberapa daerah,” tuturnya

Dirinya juga berharap agar DPD-RI memberi perhatian dalam pengembangan di wilayah Kepri sejalan dengan kebutuhan pengembangan potensi dan lokasi strategis di provinsi Kepri.

Rektor Unpak, Didik Notosudjono yang turut hadir pada seminar nasional tersebut mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan tersebut.

“Seminar ini sangat penting karena kita bisa mendapat wawasan dan mengetahui bagaimana mengembangkan potensi daerah kepulauan yang tentunya akan menunjang dan mempersatukan Negara Indonesia,” ucap Didik.

Baca Juga : Gali Potensi Diri, FKIP Unpak Adakan Webinar Career Compass

Menurutnya, pengembangan potensi daerah terutama daerah terluar Indonesia menjadi sangat penting sebab dapat menjadi cerminan keadaan Indonesia.

“Makanya saya berharap ke depannya pengembangan potensi daerah terurama daerah pesisir terus dilakukan. Sehingga dapat menjadi efek bola salju yang akan memberi dampak positif di daerah-daerah lainnya,” tutupnya.

Lebih dari 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa Prodi Ilmu Hukum Sekolah Pascasarjana Unpak, dosen, akademisi, pemerhati lingkungan, lembaga swadaya masyarakat, pengamat, serta masyarakat umum hadir pada seminar nasional tersebut secara online dan offline. (cr1)

Reporter : Reka Faturachman
Editor : Yosep

Berita Lainnya