Pemkab Bogor Jaga Lestari Waduk Cibeet, Gegara Ini

Waduk-Cibeet
Salah satu titik lokasi yang akan dijadikan Waduk Cibeet, yang berada di Sungai Cibeet, tepatnya di Jembatan Desa Kutamekar, Kecamatan Cariu, Kecamatan Kabupaten Bogor. NELVI/RADAR BOGOR

CIBINONG-RADAR BOGOR, Demi menjaga dan mengamankan aset daerah, Pemerintah Kabupaten Bogor bakal mengoptimapkan pelestarian wilayah hulu Waduk Cibeet, Tanjungsari.

Bersinergi dengan pihak-pihak terkait, pembangunan Waduk Cibeet Kabupaten Bogor menjadi Program Strategis Nasional (PSN).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin menjelaskan, pembangunan Waduk Cibeet menjadi Program Strategis Nasional. Agar Waduk Cibeet tetap lestari, maka wilayah hulunya harus lestari juga, antara lain di air terjun (Curug) Cibeet.

penerimaan mahasiswa baru universitas nusa bangsa bogor

Baca juga: Pembangunan Istana Negara di Lokasi IKN Nusantara Mulai Berproses

“Pemkab Bogor bersinergi dengan pihak-pihak terkait untuk bersama-sama melindungi Curug Cibeet agar tetap menjadi ruang terbuka hijau, tapi tetap ada nilai manfaatnya,” jelas Burhanudin saat memimpin Rapat Pembahasan Optimalisasi Pengembangan Curug Cibeet dan Penangkaran Rusa Kecamatan Tanjungsari, di Ruang Rapat I Setda, Selasa (28/6).

Sebelumnya, Bupati Bogor menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada bulan Juni tahun 2021.

Baca juga: Pemdes Cikuda Bersama Warga Perbaiki Jalan Rusak Dengan Swadaya

MoU tersebut guna mengoptimalkan potensi wisata alam curug, mengingat ada 110 curug yang ada di lahan milik Perhutani.

“Pengamanan aset negara ini menjadi tanggung jawab kita bersama termasuk dalam rangka mengoptimalkan aset negara tersebut,” jelas Burhanudin.

Baca juga: Petani Ngadu Ke DPRD, Setifikat Tanah Dijual Mafia Tanah

Nantinya, Waduk Cibeet akan dibangun dengan lahan seluas 1.700,26 hektare di delapan desa yang ada di dua kecamatan, yaitu Tanjungsari dan Cariu.

Waduk tersebut diyakini dapat mereduksi banjir di kawasan, untuk irigasi, kebutuhan air baku, artinya bisa digunakan untuk kebutuhan air baku PDAM, bisa juga untuk PLTA dan tentunya untuk kegiatan pariwisata.(cok)

Editor: Rany

Berita Lainnya