logo radar

Mau Dapat Pekerjaan di Job Fair? Ini Tips yang Perlu Diperhatikan Pencaker

Job Fair
Job fair SMK Ranti Mula & SMK Ibnu Aqil.

BOGOR-RADAR BOGOR, Di balik keseruan Job fair SMK Ranti Mula & SMK Ibnu Aqil, terdapat sosok yang mencuri perhatian. Wahyu Andrian, Recruitment Manager dari salah satu perusahaan swasta yang sudah 10 tahun berkarir di bidang sumber daya manusia ini, membuat acara job fair semakin meriah.

Baca Juga : Program Kartu Prakerja Capai Gelombang ke-32, Menko Airlangga Paparkan Keberhasilannya

Pembawaannya yang berbeda dari HR (Human Resources) kebanyakan, membuat jobfair tidak terkesan kaku dan formal. Ditemui usai acara,  pemuda  berusia 35 tahun ini menceritakan bahwa beradaptasi dengan generasi milenial tidaklah mudah.

“Di usia saya yang sudah menginjak 35 tahun ini, mau tidak mau harus mengimbangi generasi milenial, karena pola berfikir anak sekarang sudah bergeser. Kebanyakan maunya jadi selegram atau youtuber,” ujarnya.

Pemuda yang lahir di Kota Depok itu juga menjelaskan bahwa, pola rekrut dan seleksi yang diterapkan juga akhirnya ikut berubah mengikuti perkembangan zaman.

” Kalau job fair, saya mempresetasikan perusahaan dan posisi yang dibutuhkan di era sekarang dengan cara yang ringan, tidak kaku seperti HR kebanyakan, terkadang kan mereka (pencaker) suka takut ya bertemu atau berhadapan dengan HRD. Saya lebih merangkul, baik itu di job fair atau pun di kantor,” tuturnya lagi, di sela-sela perbincangan.

HR yang masih melajang ini pun memberikan sedikit tips untuk para pencaker jika hendak datang ke lokasi job fair.

“Yang pertama itu kita harus dalam kondisi fit ya, karena kita tahu sekali kondisi sekarang ini kan proses dari pandemi menuju endemi. Pastikan masker selalu dipakai walaupun banyak yang sudah mulai lalai akan hal ini,” bebernya.

Berikutnya, menentukan dresscode yang tepat. “Ini sering sekali disepelekan pencaker, saya sering melihat para pencaker menggunakan sandal jepit dan kaos oblong, sayang banget kan kalau sudah jauh-jauh bawa cv tapi tidak bisa langsung diinterview,” tambahnya.

Terakhir, tips yang paling penting itu adalah jumlah cv yang dibawa, karena biasanya job fair itu diikuti 20 lebih perusahaan.

“Jadi, pastikan untuk memberikan performa terbaik saat berada di sana. Meskipun jumlah pencari kerja sangat banyak, jangan pernah merasa inferior dengan kemampuan diri sendiri,” tegas laki-laki yang akrab disapa Ian ini.

Menurutnya, banyak orang yang sulit untuk mendapatkan pekerjaan impian tetapi akhirnya dapat tersenyum di kemudian hari. “So, optimislah saat mencari pekerjaan atau mendatangi job fair-job fair,” ujarnya

Hal itu, merupakan perputaran yang biasa dalam kehidupan pekerjaan. Jadi, menjalani job fair yang dilakukan sebaik mungkin bisa menjadi titian pertama untuk proses memulai karier dan kehidupan lebih mapan.

Baca Juga : Airlangga Dipuji Sebagai ‘Motor’ Kartu Prakerja

“Pesan terakhir dari saya, 10 tahun bukanlah waktu singkat tetapi bukan waktu lama juga, sampai detik ini saya juga masih banyak belajar, di banyak bidang tentunya.  Jangan pernah puas dan harus haus akan ilmu baru di manapun kita berada. Yang terpenting nikmati pekerjaan dan hidup dengan bahagia. Ingat, cintailah pekerjaanmu apapun itu,”  ujarnya memberi nasihat.

Terakhir sebelum mengakhiri perbincangan, pemuda berkacamata itu memberikan informasi job fair yang akan diselenggarakan di SMK Bina Bangsa Mandiri Cikeas, tepatnya pada 16 dan 17 Juli mendatang. (pia)

Editor :Yosep

Berita Lainnya