Wabah PMK Melonjak di Bogor, Satwa TSI Cisarua Diawasi Ketat

Ilustrasi Satwa TSI Cisarua
Ilustrasi Satwa TSI Cisarua. HENDI/RADAR BOGOR

CISARUA-RADAR BOGOR, Wabah PMK (penyakit kuku dan mulut) di Kabupaten Bogor melonjak. Tak ingin ikut tertular, satwa di Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, diawasi ketat.

Baca Juga : Waspada! Perampokan Minimarket Marak di Cileungsi, Beraksi Pagi Hari

General Manager Taman Safari Indonesia Bogor, Emerlado Parengkuan mengatakan, hewan yang ada di TSI bebas dari wabah PMK. Satwa di kawasan TSI Cisarua selalu dipantau dengan rutin kesehatan dan penangkarannya. Juga telah mengikuti standar ketat terkait kebersihan dan sterilisasi.

penerimaan mahasiswa baru universitas nusa bangsa bogor

“Ada enam dokter hewan didampingi tenaga kesehatan yang siap merawat mengawasi secara ketat dengan biosecurity dan biosafety. Juga meningkatkan kebersihan area habitat dan penangkaran satwa,” katanya kepada Radar Bogor Selasa (21/6/2022).

Lebih lanjut, Ia mengatakan, sebagai lembaga konservasi TSI lebih dari 30 tahun telah menjadi leading dalam kegiatan konservasi di Indonesia maupun internasional, baik kegiatan konservasi ek-situ maupun in-situ. Hal itu menjadikan TSI menerapkan berbagai upaya untuk melindungi lembaga konservasi.

“Termasuk upaya pencegahan dari wabah PMK yang merebak belakangan ini, karena virus ini memiliki dampak tidak hanya untuk kesehatan tetapi juga perekonomian karena menyebabkan kerugian bagi para peternak, dan berpengaruh terhadap ketahanan pangan,” paparnya.

Bahkan, lanjutnya, tenaga kesehatan dan karyawan yang bertugas di TSI ketika berkerja tidak diperkenankan menggunakan baju dari rumah, harus menggunakan seragam di ruang ganti karyawan. Ini dilakukan agar menghindari kemungkinan droplet dari luar yang ada di kemeja atau celana ketika dalam perjalanan.

“Ketentuan lain, bekerja harus menggunakan sarung tangan dan sepatu boot yang disediakan. Dan ketika masuk di penangkaran, sepatu direndamkan ke dalam kotak disinfektan yang sudah tersedia,” ujarnya.

Baca Juga : Evakuasi Longsoran Selesai, KA Pangrango Bogor-Sukabumi Kembali Beroperasi

Selain itu, untuk pencegahan virus PMK, TSI juga mengantisipasi dengan menyediakan pakan yang sudah dijamin kebersihannya. Dimana pengunjung dapat memberikan langsung kepada hewan.

Iapun mengatakan, virus PMK menyebar di kalangan hewan dan tidak bersifat zoonosis yaitu menyebar dari hewan ke mansusia atau sebaliknya.

Wabah PMK umumnya menyerang satwa yang memiliki kuku belah seperti sapi, domba dan sejenisnya dan berpotensi menular bagi manusia yang kontak langsung dengan hewan tersebut. (all)

Reporter ; Arifal
Editor : Yosep

Berita Lainnya