Pro Kontra Tol Puncak, APJ: Bisa Mematikan Ekonomi Warga Puncak

Ilustrasi Jalur Puncak
Sebanyak 30 ribuan kendaraan tercatat memasuki Jalur Puncak, Kabupaten Bogor 4 Mei lalu. Guna mengurai kemacetan, pemerintah merencanakan membangun Tol Puncak Caringin-Gunung Mas. Nelvi/Radar Bogor.

MEGAMENDUNG-RADAR BOGOR, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah merencakanan proyek jalan jalan tol di Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.

Anggota komisi V DPR RI, Mulyadi mengatakan jalan tol adalah salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan jalur Puncak.

Rencananya jalan bebas hambatan berbayar itu akan membentang sepanjang 18 kilometer. Sementara rute jalurnya yaitu, Caringin-Cisarua-Gunung Mas.

Baca juga: Marak Wabah PMK, Pemkab Bogor Kucurkan Setengah Miliar Untuk Obat

Rencana pembangunan Tol puncak inipun menuai pro kontrak kali ini datang dari Kepala Desa Sukamaju, Alex Purnama Johan. Ia mengatakan, jalan tol Puncak justru akan mematikan ekonomi masyarakat puncak.

Menurutnya puncak itu membutuhkan jalur pariwisata bukan sekedar jalan bebas hambatan.

“Dengan adanya jalan tol ini justru mematikan usaha masyarakat di jalur puncak,” katanya kepada Radar Bogor Senin (20/6/2022).

Baca juga: Bentuk Tim Advokasi Pemilu, DPD PKS Kabupaten Bogor Libatkan KPU dan Bawaslu

Pria yang akrab disapa APJ itu itu juga mengatakan bahwa, untuk pembangunan tol puncak itu butuh kajian mendalam. Baik terhadap dampak sosial, ekonomi maupun kerusakan alam.

“Otomatis (merusak alam). Ini dibuat tidak seindah aslinya. Mestinya alam tetap dijaga,” tuturnya.

Baca juga: Dorong Ekspansi UMKM, BRI Jalin Kerja Sama dengan Beemarket.id Pasarkan Produk Lokal Indonesia

“Mudah-mudahan, pemerintah ini kajianya matang. Apakah mendongkrak perekonomian kabupaten atau tidak,” tuturnya.

Iapun mengaku, yang diharapkan oleh masyarakat puncak bukan hanya jalan tol. Namun jalur pariwisata.

“Mudah mudahan nanti bisa sejalan dengan pemerintahan kabupaten Bogor dan perhitungan matang. Karena kalau gagal akan jadi masalah baru,” tukasnya. (all)

Editor: Rany

Berita Lainnya