Flyover Membuat Jumlah Pendaftar SD Turun Signifikan

PPDB SDN di Kota Bogor
PPDB SDN di Kota Bogor

BOGOR-RADAR BOGOR, Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD jalur zonasi pada Kamis (16/6/2022) memasuki hari ketiga pendaftaran.

Sebagian SD di Kota Bogor sudah mulai menutup pendaftaran lebih awal dari jadwal yang sudah ditentukan karena kuota yang disediakan sudah terpenuhi bahkan melebihi batas.

Kondisi berbeda nampak di tiga sekolah yang berada di wilayah Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah yakni SDN Dewi Sartika 1, 2, dan 3.

prodi haji umroh uika bogor

Ketiga sekolah ini justru sepi pendaftar. Hingga hari ketiga pendaftaran kuota yang disediakan masih menyisakan banyak kursi kosong.

Baca juga: Jemaah Haji Tampil Nyentrik Serba Ungu dan Topi Kubah Masjid

Pada SDN Dewi Sartika 1 pendaftar hanya berjumlah 17 orang. Padahal peserta didik minimal dalam satu rombel adalah 20 siswa.

Kondisi serupa juga terjadi pada SDN Dewi Sartika 2 dan 3. Masing-masing jumlah pendaftar di kedua sekolah tersebut hanya berjumlah 37 dan 20 orang.

Kepala SDN Dewi Sartika 1, Imas Sumarni menjelaskan minimnya jumlah pendaftar mulai dirasakan sejak adanya jembatan layang (flyover) yang dibangun di Jalan RE Martadinata.

“Kami menyayangkan adanya flyover tidak dibarengi dengan pembangunan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO). Ini membuat para orang tua khawatir menyekolahkan anaknya di sini,” ujar Imas.

Kekhawatiran orang tua dengan ketiadaan JPO diperparah dengan tidak adanya palang pintu kereta serta bel peringatan yang menandai kereta akan melintas.

Baca juga: Dukung Industri Perfilman Tanah Air, BRI Ajak Nobar film Srimulat “Hil yang Mustahal”

“Biasanya banyak pendaftar dari daerah Pondok Rumput, Bubulak, Cimanggu, dan Ciwaringin. Tapi sekarang tidak ada karena kekhawatiran orang tua pada keselamatan anaknya,” tutur Imas.

Imas mengungkapkan, sebelum adanya flyover tersebut jumlah kuota yang disediakan pihak sekolah selalu terpenuhi.

Kondisi serupa disampaikan oleh Kepala SDN Dewi Sartika 2, Waryono. Dirinya mengakui kesulitan mendapatkan calon peserta didik juga dialami oleh sekolahnya.

“Selain karena flyover, di sekitar wilayah ini ada 9 sekolah yang memperebutkan anak-anak yang berasal dari Kelurahan Cibogor dan Pabaton. Dari wilayah lain pun tidak ada yang mendaftar ke sini,” papar Waryono.

Akses angkutan umum yang tidak mencapai titik sekolah juga dinilai menjadi penyebab sepinya jumlah pendaftar.

Baca juga: Hari Donor Darah Sedunia, RS Azra dan PMI Kompak Kumpulkan Puluhan Kantong Darah

“Anak-anak yang naik angkot harus turun di depan flyover kemudian jalan dengan jarak yang lumayan jauh,” ucapnya.

Waryono berharap kepada pemerintah daerah untuk segera membangun JPO di area tersebut. “Dengan adanya flyover akses juga kembali terbuka, kekhawatiran orang tua juga berkurang,” ujarnya.

Di samping itu dirinya juga berharap adanya tambahan waktu pendaftaran bagi sekolah yang jumlah kuotanya belum terpenuhi.

“Kita harap sih ada waktu tambahan untuk orang tua yang gagal di sekolah lain supaya daftar ke sini,” tambah Waryono.

Selain itu dirinya mengatakan perlu adanya perbaikan pada sistem zonasi di SD.

“Sistem zonasi SD akan lebih baik jika meniru sistem zonasi SMA. Jadi orang tua diberikan pilihan sekolah lebih dari satu. Sehingga sekolah yang kekurangan siswa bisa ikut terpenuhi, selain itu juga dapat memudahkan orang tua,” tutup Waryono. (cr1)

Editor: Rany

Berita Lainnya