Wabah PMK Kota Bogor Kian Mengkhawatirkan, Komisi IV DPRD Panggil DKPP

Wabah PMK sedang marak menyerang hewan jelang Idul Adha
Wabah PMK sedang marak menyerang hewan jelang Idul Adha

BOGOR-RADAR BOGOR, Kasus temuan sapi yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) semakin meluas di Kota Bogor. Hal ini menjadi perhatian sejumlah pihak. Salah satunya Komisi IV DPRD Kota Bogor.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Rizal Utami meminta agar Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) benar-benar serius dan transparan dalam menangani wabah tersebut.

Baca juga: Vaksinasi PMK Nasional Dimulai, Kota Bogor Masih Menunggu

penerimaan mahasiswa baru universitas nusa bangsa bogor

Rizal mengatakan, soal keamanan kesehatan hewan ternak musti menjadi yang paling utama, agar ada kepastian untuk masyarakat sebelum dikonsumsi.

Apalagi, kondisi wabah PMK yang terjadi saat ini jelang Hari Raya Idul Fitri.

Baca juga: Beda dari yang Lain, Gami Bontang 135 Buka Cabang Baru, Disini Lokasinya!

“Meski beberapa pakar menyebut PMK tidak menular pada manusia, saya tetap meminta agar DKPP benar-benar bisa menangani masalah ini,” kata pria yang juga di Fraksi PPP Kota Bogor.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil DKPP untuk meminta keterangan terkait kondisi PMK yang menyerang hewan ternak di Kota Bogor.

“Insya Allah minggu depan akan undang Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, kita minta keterangan yang sebenarnya agar tidak ditutup-tutupi,” tegasnya.

Baca juga: Angka Kematian Penyakit Tidak Menular di Kota Bogor Tembus 621 Jiwa, Lima Penyakit Ini Tertinggi

Kedua, keterjaminan kesehatan masyarakat harus jadi nomor satu, karenanya hewan-hewan ternak yang akan di jual pada saat Idul Adha benar-benar terjamin kesehatanya.

Karenanya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor harus bekerja ekstra, hingga jelang Idul Adha.

“Bagaimana caranya harus memutus mata rantai PMK, yang memang dijual untuk hewan kurban ya harus sehat,” pintanya.

Menurutnya, DKPP menjadi tumpuan untuk melindungi masyarakat tentang kesehatan hewan kurban, karenanya dinas harus jemput bola, dan tidak boleh menyerah begitu saja terutama dalam mengupayakan vaksin untuk hewan ternak.

Baca juga: Ayo! 202 SD Negeri Masih Buka Pendaftaran

“Karena nantinya masyarakat akan dikorbankan, jadi haris bekerja ekstra, agar ada kepastian,” ucapnya.

Sementara itu, DKPP Kota Bogor meminta Pemerintah Pusat dapat memberikan jatah vaksin untuk hewan jenis sapi.

Permintaan itu disampaikan menyusul sebanyak 7 ekor sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Bubulak, Kota Bogor dinyatakan positif terjangkit PMK.

“Kami mengusulkan agar sapi-sapi juga di vaksin, disamping diberikan obat-obatan dan vitamin. Karena itu yang terbaik,” kata Kepala DKPP Kota Bogor, Anas S Rasmana kepada wartawan.

Baca juga: Terima Hibah Teknologi dari Eropa, Warga Binaan Bisa Minum Langsung Air Keran

“Semua hewan terutama sapi dan kambing yang banyak beredar di Indonesia sebaiknya di vaksin,” sambungnya.

Menurut Anas, sebenarnya dalam rapat yang dilakukan secara zoom, dirinya sudah pernah mengusulkan pengiriman vaksin untuk hewan. Namun, hingga saat ini belum ada tindaklanjutnya.

“Dalam zoom saya pernah ngomong. Tapi hasilnya belum ada tindaklanjutnya. Walaupun ada, pasti terbatas,” ucap dia.

“Yang pasti (vaksin) itu alternatif yang terbaik gitu. Dan lebih bagus lagi, sebelum sapi keluar (dari perternakan), semua hewan yang sehat sudah di vaksin,” tukasnya.(ded)

Editor: Rany

Berita Lainnya