Pemkab Bogor Ajak Masyarakat Optimalisasi Layanan JKN

Ilustrasi

CIBINONG-RADAR BOGOR, Pemerintah Kabupaten Bogor mengajak masyarakat dan stakeholder terkait, dalam optimalisasi pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Sejalan dengan pemerintah pusat dalam menjalankan program JKN, Pemkab Bogor berupaya meningkatkan cakupan kepesertaan JKN di masyarakat.

Baca juga: Sebanyak 1.197 Murid SMK Pelita Dilepas

penerimaan mahasiswa baru universitas djuanda bogor

“Pelayanan dasar kesehatan khususnya bagi fakir miskin, masyarakat tidak mampu dan penyandang masalah kesejahteraan sosial, Pemkab Bogor menerbitkan Kartu Bogor Sehat yang terintegrasi dengan kartu JKN-KIS dari BPJS,” ujar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra), Hadijana dalam kegiatan coffee morning bersama organisasi kemasyarakatan (Compas), di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Cibinong (13/6/2022).

Baca juga: Lutung Jawa Dievakuasi, Setelah Dirawat Warga Selama Tiga Tahun

Program Kartu Bogot Sehat, Hadijana menjelaskan, dilaksanakan sejak 2019 dengan penerima manfaat sebanyak 572.919 orang.

Sedangkan di tahun 2020 sebanyak 510.661 orang dan tahun 2021 sebesar 542.975 orang.

Baca juga: Kondisi Rest Area Gunung Mas Memprihatinkan

Total anggaran yang dikeluarkan Pemkab Bogor sejak 2019 sampai dengan tahun 2021 adalah sebesar Rp 384,99 milyar.

Menurutnya, program ini akan terus dilanjutkan sebagai upaya meningkatkan cakupan kepesertaan JKN.

Baca juga: Finalis Putri Otonomi Indonesia Asal Kabupaten Bogor, Destika Optimis Raih Juara

“Sampai April 2022, cakupan JKN Kabupaten Bogor 82,86 persen, artinya 17,14 persen belum memiliki atau belum terdaftar dalam program JKN, sehingga dibutuhkan sinergi dan kolaborasi antar seluruh stakeholder,” ucap Hadijana.

Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta (KPP) BPJS Kesehatan Cabang Cibinong, Betty Parapat menuturkan, selain bersama Pemkab Bogor, dibutuhkan pelibatan pejabat wilayah untuk melakukan verifikasi dan validasi data kepesertaan JKN.

Baca juga: Penerapan Biosekuriti Belum Maksimal, DKPP Masih Menunggu Bantuan dari Wali Kota Bogor

“Kabupaten Bogor ini kan luas sekali, ada 416 desa dan 17 kelurahan, tidak mudah merangkul semua, jadi semua harus bergerak,” jelasnya.

Dari data pihaknya per periode Mei 2022, dari total jumlah penduduk di Kabupaten Bogor sebanyak 5.327.131 jiwa, ada 4.475.071 jiwa yang ber-JKN.(cok)

Editor: Rany

Berita Lainnya