Verifikasi Kota Layak Anak 2022, Pemkot Bogor Optimis Raih Predikat Utama

Kota Layak Anak
Verifikasi lapangan Kota Layak Anak di Kota Bogor oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melalui Tim Penilai KLA, Jumat (10/6/2022). SOFYANSYAH/RADAR BOGOR

BOGOR-RADAR BOGOR, Tim Penilai Kota Layak Anak (KLA) melakukan verifikasi lapangan, di Balai Kota Bogor, Jalan Ir Juanda, Kecamatan Bogor Tengah, Jumat (10/6/2022).

Baca Juga : Sapi Mati di Bubulak, Kepala RPH: Karena Sakit Kembung

Dalam kesempatan itu, Pemkot Bogor mengaku optimis bisa meraih predikat utama sebagai Kota Layak Anak pada tahun 2022.

penerimaan mahasiswa baru universitas djuanda bogor

Secara internal Pemkot Bogor telah melakukan assessment dan mengantongi 900 point sebagai modal awal.
Dalam sambutannya secara daring, Walikota Bogor Bima Arya mengatakan, yang paling utama dari rumus besar Kota Layak Anak adalah bagaimana kesiapan setiap daerah untuk mengantisipasi bonus demografi.

“Sebagaimana arahan dari pak presiden banyak hal yang harus kita targetkan dapat tercapai agar Indonesia bisa memaksimalkan bonus demografi,” katanya.

Bima mengaku tak ingin seperti beberapa negara lain yang gagal memaksimalkan bonus demografi. Oleh karena itu, lanjut Bima, pemerintah daerah betul-betul di arahkan untuk fokus pada hal-hal yang sifatnya menyiapkan bonus demografi.

“Di masa covid kita mengalami masa yang sulit, dua tahun lebih ada persolan terkait dengan kesehatan anak, kemudian pendidikan anak, psikologi sosial dan lain sebagainya. Itu yang pertama,” paparnya.

Kedua, program ini tak dapat lepas dari visi Kota Bogor sebagai kota yang ramah dan layak untuk keluarga. Dimana dalam visinya, Kota Bogor adalah sebagai kota sejahtera, Bogor sebagai kota yang berpendidikan, dan Bogor sebagai kota yang bisa memberikan kesejahteraan untuk semua.

“Penilaian Kota Bogor sebagai Kota Layak Anak, kami melihat bukan semata memenuhi persyaratan untuk memperoleh nilai tinggi walaupun itu target kita. Tetapi dengan ikhtiar bonus demografi dan bagian dari determinasi dari visi misi Kota Bogor. yakni Kota Keluarga, Kota Sejahtera, kota yang cerdas dan sehat,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas KLA Kota Bogor, Rudy Mashudi mengatakan, dalam tiga tahun terakhir ini pencapaian KLA Kota Bogor baru mendapat predikat madya. Akan tetapi, untuk tahun ini pihaknya optimis dapat meraih predikat utama.

“Kalau kami tetap optimis untuk utama. Karena assessment kami angkanya udah 900, untuk utama itu (angkanya hanya) 800 poin,” kata Rudy kepada wartawan, usai menerima Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) Kota Laya Anak Kota Bogor tahun 2022 di Balai Kota Bogor Jumat (10/6/2022).

Apalagi, kata dia, dengan pemaparan-pemaparan yang dilakukan semua pihak saat penilaian KLA dapat menjawab kekurangan 12 point untuk Kota Bogor.

“Tambahannya adalah kelengkapan dari administrasi evidence, pembuktian bahwa sebenarnya sudah dilakukan Pemkot Bogor di dinas, organisasi masyarakat atau di pemangku kepentingan lainnya,” katanya.

Dijelaskannya, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk mencapai predikat Kota Layak Anak. Di antaranya, klaster pemenuhan hak sipil anak, di mana kriteria ini berada di bawah Disdukcapil yang bertugas untuk memenuhi mulai dari Kartu Indentitas Anak, Akte Kelahiran dan lain sebagainya.

Lalu, klaster tentang sekolah dan lingkungan yang berada di bawah Dinas Pendidikan. Kemudian, klaster tentang hak pengasuhan dibawah Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Selanjutnya, ada klaster perlindungan khusus yang di dalamnya terlibat berbagai elemen, mulai dari UPTD PPA, KPAID, BAPAS, Kejaksaan (Jaksa Ramah Anak) hingga Polresta Bogor Kota.

“Nah, itu semua kemudian dikolaborasikan untuk menunjang Kota Layak Anak di Kota Bogor,” ucap Rudy.  “Dan verifikasi yang dilakukan Kemen PPPA itu untuk menilai dari implementasi yang sudah di jalankan di Kota Bogor, seperti apa dari klaster-klaster itu,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Gugus Tugas KLA Kota Bogor, Iceu Pujiati menuturkan bahwa berdasarkan hasil assesment yang dilakukan pihaknya, Kota Bogor ini nilainya sudah mencapai 989 poin.
Dengan itu, pihaknya optimis bahwa Kota Bogor dapat meraih predikat utama dalam program Kota Layak Anak tahun 2022.

Baca Juga : Kirim Inorga Ikuti Forprov Jabar IV di SUmedang, KORMI Kota Bogor Siap Ukir Prestasi Maksimal

“Nah Kota Bogor ini sudah tiga tahun itu Madya, kemarin setelah verifikasi administrasi kita sudah naik menjadi Nindya,” kata Iceu.

Dirinya berharap setelah verifikasi yang dilakukan Kemen PPPA ini minimal mendapatkan predikat Nindya, namun ia tetap optimi Kota Bogor dapat meraih predikat Kota Layak Anak.

Adapun, ditambahkan Iceu, untuk pengumumannya sendiri, rencananya akan dilaksanakan tepat dengan peringatan Hari Anak Nasional.

“Biasanya pas Hari Anak Nasional, bulan Juli,” tandas perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala DP3A  ini.(ded)

Reporter : Dede
Editor : Yosep

Berita Lainnya