Wujudkan Ketahanan Pangan, Polbangtan Bogor Tingkatkan Peran Petani Milenial

Polbangtan Bogor
Polbangtan Bogor melalui UPPM, mengadakan bimtek di Hotel Salak Bogor untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pemuda Selasa (31/5/2022).
Polbangtan Bogor
Polbangtan Bogor melalui UPPM, mengadakan bimtek di Hotel Salak Bogor untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pemuda Selasa (31/5/2022).

BOGOR – RADAR BOGOR, Unit Pelaksana Teknis BPPSDMP, yakni Politeknik Pembangunan Pertanian atau Polbangtan Bogor melalui Unit Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (UPPM), mengadakan bimtek di Hotel Salak Bogor untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pemuda Selasa (31/5/2022).

Baca Juga : Cetak Lulusan Berakhlak, Polbangtan Bogor Gelar Gat Rohani Dauroh Tarqiah

Kegiatan bimtek yang diselenggarakan Polbangtan Bogor bersama anggota dewan DPR-RI itu, berlangsung selama dua hari berturut-turut.

penerimaan mahasiswa baru universitas nusa bangsa bogor

Temanya yakni ‘Penumbuhan dan Penguatan Petani Milenial dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan’. Dengan tujuan untuk menjadikan peran generasi muda di sektor pertanian.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), meyakini kaum milenial yang inovatif dan memiliki gagasan yang kreatif mampu mengawal pembangunan pertanian yang maju, mandiri, modern.

“Pemerintah Indonesia terus mendorong peran penting sektor pertanian dalam menciptakan lapangan kerja di pedesaan, meningkatkan pendapatan keluarga petani, serta memastikan ketahanan pangan nasional. Regenerasi petani merupakan harga mati yang harus segera kita realisasikan bersama,” tegas Mentan SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menyatakan guna mendukung pembangunan pertanian maju, mandiri dan modern, perlu dilakukan penyiapan, pencetakan SDM pertanian unggulan.

Dedi Nursyamsi memaparkan saat ini dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas tinggi untuk memajukan sektor pertanian Indonesia.

“Sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian kedepan menjadi pertanian modern yang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya tetapi juga berorientasi ekspor. Saat ini kita telah memiliki banyak petani milenial sekaligus enterpreneur di bidang pertanian,” ujar Dedi.

Turut hadir pada pembukaan Bimtek, Direktur Polbangtan Bogor. Dalam sambutannya, Detia mengatakan bahwa anak muda adalah penerus pertanian di Indonesia, tanpa anak muda maka siapa yang akan meneruskan pertanian karena pertanian tidak bisa di produksi oleh sistem atau mesin.

“Diperlukan usaha khusus pemberdayaan, terutama kepada pelaku usaha yang memiliki pendidikan yang masih rendah. Diantaranya melalui kegiatan peningkatan dan penguatan kompetensi pelaku usaha dalam bidang agribisnis pertanian,” ujar Detia.

Baca Juga : Hadapi Wabah PMK, Polbangtan Kementan Lakukan Antisipasi

Detia menambahkan, bahwa pembangunan pertanian dalam mendukung ketahanan pangan tidak hanya berada dalam satu lingkaran pelaku usaha atau para petani, tetapi juga komponen lain yang tak kalah penting, yaitu para penyuluh.

Pada kesempatan yang sama, Momon Rusmono, selaku Dosen Polbangtan Bogor menyampaikan bahwa perlu ada penerus di sektor pertanian untuk keberlangsungan pangan dari generasi muda ini. “Pemuda lah yang akan terjun dan mendorong pembangunan pertanian untuk kedepannya”, ujar Momon.

Momon menambahkan, agar para milenial muda pertanian dapat memanfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya. “Momen, itu adalah sebuah kesempatan yang tidak mungkin terjadi untuk kedua kalinya, manfaatkan dan lakukanlah suatu hal saat momen itu ada,” pungkas Momon. (*)

Pewarta: Dika Hadinata
Editor: Ardianinda Wisda

Berita Lainnya