Tiga Periode Prof Bibin Rubini Jabat Rektor Unpak, Berikut Deretan Prestasinya

Prof Bibin Rubini
Prof Bibin Rubini pada sebuah acara wisuda Unpak beberapa waktu lalu. SOFYANSYAH/RADAR BOGOR
Prof Bibin Rubini
Prof Bibin Rubini pada sebuah acara wisuda Unpak beberapa waktu lalu. SOFYANSYAH/RADAR BOGOR

BOGOR-RADAR BOGOR, Masa kepemimpinan Prof Bibin Rubini sebagai rektor Universitas Pakuan (Unpak) Bogor akan berakhir Senin (30/5/2022). Ia akan meninggalkan jabatan yang sudah diamanahkan kepadanya selama tiga periode sejak 2008 silam itu.

Baca Juga : Kepemimpinan Prof Bibin Rubini Berakhir, Prof Didik Notosudjono Segera Dilantik jadi Rektor Unpak

Torehan gemilang Prof Bibin Rubini bersama Unpak dimulai ketika berhasil mengimplementasikan Sistem Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi.

penerimaan mahasiswa baru universitas djuanda bogor

Berkat hal tersebut, Unoak mendapat piagam penghargaan yang diberikan oleh Direktorat Jendral Perguruan Tinggi. Saat itu, Unpak berhasil berada di posisi 61 perguruan tinggi dengan nilai tertinggi.

“Kita (Unpak) berhasil berada di posisi itu bersama universitas negeri ternama lain, setelah diseleksi sebanyak dua kali dari total 384 perguruan tinggi,” ujar Prof Bibin Rubini Kamis (25/5/2022).

Penghargaan ini membuktikan bahwa Unpak memiliki komitmen dalam penyelenggaraan perguruan tinggi yang bermutu. “Dari titik itu kepercayaan masyarakat terhadap Unpak naik,” ungkapnya.

Ini memberikan dampak melonjaknya jumlah mahasiswa baru yang mendaftar di Unpak setiap tahunnya. Dari awalnya pendaftar hanya berjumlah 1600-an mahasiswa. Saat ini jumlah mahasiswa baru yang mendaftar dapat mencapai angka 6000-7000 mahasiswa.

Prof Bibin Rubini mengatakan, jumlah mahasiswa Unpak saat ini tercatat sebanyak 15 ribu. Sejak masa kepemimpinannya di tahun 2008, jumlah mahasiswa yang berhasil lulus yakni lebih dari 20 ribu lulusan. Jumlah tersebut terdiri dari mahasiswa D3, S1, S2, maupun S3.

“Ditambah dengan sertifikasi guru yang mengikuti pendidikan profesi guru itu, jumlahnya di atas 30 ribu,” tutur Prof Bibin Rubiini.

Selain mahasiswa, tenaga pengajar yang dimiliki Unpak pun terus bertumbuh. Bibin memaparkan, dosen yang dimiliki Unpak saat ini berjumlah 456 orang. Dari jumlah tersebut, 25 persen di antaranya sudah menyelesaikan studi S3.

“Sisanya 75 persen masih S2, akan tapi senagian dari mereka sedang menyelesaikan S3. Targetnya akhir tahun ini bisa mencapai angka 40 persen (jumlah dosen S3),” jelasnya.

Sementara itu, sejak tahun 2008 hingga sekarang terdapat 10 guru besar yang dimiliki Unpak.

Baca Juga : Kukuhkan Dua Profesor Baru, Unpak Bogor Kini Punya 12 Guru Besar 

“Mulai dari Prof Eddy Mulyadi, Prof Didik Notosudjono, dan kemarin ada sekitar tujuh orang menjadi guru besar. Jadi total ada 10 selama masa kepemimpinan saya,” ujarnya.

Tidak hanya itu, perkembangan dan kemajuan Unpak juga terlihat pada layanan serta fasilitas. “Sebelumnya gedung yang dimiliki masih dalam kondisi standar, kemudian kita tingkatkan,” papar Prof Bibin Rubini.

Pembangunan yang dilakukan di antaranya pada Gedung Pasca Sarjana, Laboratorium Fakultas Teknik, Gedung Rektorat, Gedung Prof. Eddy Mulyadi, serta gedung lainnya yang direnovasi berupa penambahan lantai.

“Semua itu dibuat dengan ramah disabilitas. Jadi hampir seluruh gedung di UNPAK dilengkapi dengan lift sehingga memudahkan penyandang disabilitas,” jelas Prof Bibin Rubini.

Kontribusi Unpak dalam membentuk SDM juga dinilai berhasil dan diterima baik oleh pemerintah daerah.

Tidak sedikit alumni kampus ini berhasil menjadi tokoh masyarakat, maupun pemimpin daerah bahkan menjadi bagian dari pemerintah pusat.

“Banyak alumni yang berkiprah secara nasional. Itu menjadi bukti sumbangsih Unpak untuk pemerintahan,” tuturnya.

Selama 14 tahun,Prof Bibin Rubini bersama dengan Unpak berhasil meraih sederet penghargaan. Namun demikian, menurutnya kepercayaan masyarakat kepada Unpak menjadi penghargaan yang tak terkira.

“Penghargaan bukan hanya berbentuk piagam. Tapi juga bisa dilihat dari animo masyarakat yang tetap tinggi kepada Unpak, meskipun kita dalam kondisi pandemi saat itu,” tutup Bibin. (cr1)

Reporter : Reka Faturachman
Editor : Yosep

Berita Lainnya