Portugal Sebut 10 Kasus Baru Cacar Monyet, UEA Umumkan Kasus Pertama

RADAR BOGOR, Otoritas Direktorat Jenderal Kesehatan Portugal (DGS) mengonfirmasi 10 kasus baru cacar monyet pada Rabu (25/5).

Angka tersebut menambah total menjadi 49 kasus dan menyamai jumlah infeksi yang terkonfirmasi di negara tetangga, Spanyol.

Baca juga: Korban Seluncuran Ambruk Dibiayai Pendidikan Hingga S2

Kedua negara Iberia itu sudah menjadi di antara pusat utama wabah baru-baru ini, dari virus yang biasanya ringan di luar daerah endeminya di beberapa bagian Afrika Barat dan Tengah.

DGS mengatakan, seluruh kasus terkonfirmasi sudah ditemukan pada laki-laki, sebagian besar berusia di bawah 40 tahun. Semuanya dalam kondisi yang stabil dan tidak ada yang dirawat inap.

Baca juga: Dukung Kemajuan Dunia Pendidikan, JAPFA Hibahkan Kandang Penelitian Senilai 1,5 Miliar Rupiah untuk SKHB IPB University

Spanyol mengonfirmasi satu kasus tambahan pada Rabu (25/5). Wilayah Madrid, di mana hampir seluruh infeksi di negara itu sudah terdeteksi dan sebagian besar terkait dengan sauna dewasa, akan memperbarui jumlahnya pada Rabu (25/5).

Sebagian besar infeksi yang terdeteksi secara global sejauh ini dalam wabah belum parah dan banyak, tetapi tidak semua, dilaporkan pada laki-laki yang berhubungan intim dengan laki-laki. Gejalanya meliputi demam dan ruam bentol yang khas.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan dan Pencegahan Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan kemunculan kasus pertama cacar monyet di negara tersebut.

Menurut laporan kantor berita WAM yang dikutip dari Antara, ditemukannya kasus pertama itu sejalan kebijakan otoritas kesehatan UEA terkait deteksi dan pengamatan awal penyakit tersebut.

Kementerian Kesehatan menjelaskan, kasus pertama cacar monyet itu terdeteksi pada seorang perempuan berusia 29 tahun yang tiba dari Afrika Barat. Perempuan itu dilaporkan telah mendapatkan perawatan kesehatan yang diperlukan.

Baca juga: Hadiri Forum Ekonomi Dunia, Dirut BRI Tegaskan Komitmen Dorong Inklusi Keuangan dan Penerapan ESG

Pemerintah UEA, memastikan, otoritas kesehatan mengambil langkah-langkah yang diperlukan, termasuk investigasi, pemeriksaan kontak, dan pengamatan terhadap kesehatan penderita penyakit itu.

”Lebih lanjut, Kementerian memastikan bahwa pihaknya bekerja sama dengan otoritas kesehatan lain untuk mengimplementasikan sistem pengawasan epidemiologis, sejalan dengan praktik global tertinggi untuk memastikan efisiensi yang berkelanjutan dan perlindungan komunitas dari penyakit-penyakit yang menular, dan deteksi cepat, serta berupaya untuk membatasi semua penyakit dan virus, termasuk cacar monyet, di UEA,” demikian laporan WAM.

Kementerian telah meminta masyarakat untuk mendapatkan informasi hanya dari sumber-sumber resmi. Warga juga diminta untuk tidak menyebarkan rumor dan informasi tak benar. Penting untuk tetap memantau kabar terbaru terkait perkembangan virus dan langkah-langkah yang dianjurkan oleh otoritas kesehatan UEA. (*)

Berita Lainnya