Jajal Pasar Timur Tengah, Siap Buka Peluang Ekspor Kayu dari Jepara

Minaqu Indonesia
Meski telah mengukuhkan patoknya di sektor tanaman hias, Minaqu menjajal untuk memperlebar permintaan impor dari negara-negara mitranya.
Minaqu Indonesia
Meski telah mengukuhkan patoknya di sektor tanaman hias, Minaqu menjajal untuk memperlebar permintaan impor dari negara-negara mitranya.

BOGOR, RADAR BOGOR – Indonesia punya banyak potensi untuk bisa menjangkau pasar ekspor.

Produk-produk alam terbentang luas di berbagai daerah dan punya peluang besar untuk meramaikan pasar internasional.

Hal itulah yang terus digali Minaqu Indonesia. Meski telah mengukuhkan patoknya di sektor tanaman hias, Minaqu menjajal untuk memperlebar permintaan impor dari negara-negara mitranya.

penerimaan mahasiswa baru universitas nusa bangsa bogor

Salah satunya, produk kayu yang banyak diburu di Timur Tengah. Kayu-kayu di Jepara punya kans yang sangat menjanjikan dalam merambah pasar tersebut. Mulai dari jati hingga trembesi.

CEO Minaqu Indonesia, Ade Wardhana Adinata mengakui, potensi itu dibuktikannya sendiri bersama perwakilan dari mitra Minaqu dari negara Kuwait.

Ia sampai mengantarkannya langsung ke salah satu pusat kerajinan kayu di Jepara, Jawa Tengah. Peluang ekspor sangat terbuka lebar.

“Minaqu sebagai fasilitator. Karena jaringan-jaringannya Minaqu di Timur Tengah dan mereka menanyakan tentang potensi-potensi Indonesia,” jelas Ade kepada Radar Bogor, Sabtu (21/5/2022).

“Kan banyak (peluangnya). Makanya kita mulai offering mereka, salah satunya kita tawarkan ini (kayu Jepara) dan mereka respons,” lanjut Ade lagi.

Menurutnya, selama ini Jepara memang sudah memiliki pasar yang sangat luas untuk kebutuhan ekspor. Hanya saja, pasar terbesar hanya menjangkau ke Belanda. Sedangkan, ekspor ke Timur Tengah masih sedikit.

“Kita coba inisiasi, supaya pasar Timur Tengah lebih serius dan kita masuki melalui Minaqu. Ke depannya, pasar eskpor yang lain akan kita perkuat juga,” tekan lelaki alumni IPB ini. (mam)

Berita Lainnya