Angka Stunting Kabupaten Bogor Menurun 32,9 Persen

Ilustrasi Bayi Stunting
Ilustrasi Bayi Stunting

CIBINONG-RADAR BOGOR, Pemerintah Kabupaten Bogor mengklaim, angka stunting Kabupaten Bogor mengalami penurunan sejak 2019 sebanyak 32,9 persen.

“Mengalami penurunan sekitar 850 ribu balita atau secara persentase, dari tahun 2019 sebanyak 32,9% menjadi 12,69% pada tahun 2021,” tegas Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan di Cibinong, Selasa (20/5).

Baca juga: Tanpa Masker, Jajaran Pemkab Bogor Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional

unb universitas nusa bangsa bogor

Menurutnya, Pemkab Bogor bertekad mewujudkan Kabupaten Bogor bebas stunting dengan berbagai cara, salah satunya mampu menghindari persoalan yang dapat mempengaruhi anak lahir stunting.

Pihaknya juga telah melakukan berbagai strategi konvergensi, baik intervensi gizi spesifik, maupun intervensi gizi sensitif, yang melibatkan berbagai stakeholder dengan berbagai sumber pendanaan.

Baca juga: Aksi Di Depan Komplek Pemkab Bogor, Ini Tuntutan Forum Mahasiswa Bogor

“Kami bertekad menjadikan Kabupaten Bogor bebas stunting. Intervensi gizi spesifik dan sensitif terus diupayakan dalam mendukung Bogor Bebas Stunting (Gobest), dengan Kabupaten Bogor bebas stunting, Jawa Barat pasti juara,” jelas Iwan.

Lebih lanjut ia menerangkan, keikutsertaan Pemkab Bogor dalam inovasi pendanaan pembangunan melalui Bantuan Keuangan Kompetitif yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat, diharapkan dapat menjadi peluang terwujudnya percepatan Bogor Bebas Stunting (GOBEST), melalui tiga kegiatan utama.

Baca juga: Refleksi Harkitnas, Pemuda Demokrat Indonesia Gelar Simposium Kebangsaan

“Tiga kegiatan utama yang diusulkan yakni Pemeriksaan Anemia Pada Remaja Putri dan Ibu Hamil serta Pengadaan Alat Ukur Antropometri Kit, Pemberdayaan Masyarakat Miskin Berbasis Komunitas Menuju Mandiri, serta Pengembangan SPAM Regional Antar Desa dan Pembangunan Tangki Septik Individual,” pungkasnya.(cok)

Editor: Rany

Berita Lainnya