Kukuhkan Dua Profesor Baru, Unpak Bogor Kini Punya 12 Guru Besar 

BOGOR-RADAR BOGOR, Universitas Pakuan (Unpak) Bogor mengukuhkan dua guru besar baru, jelang pergantian rektor yang baru.

Dua profesor ini secara resmi dikukuhkan pada Sabtu (15/5/2022), di Gedung Graha Siliwangi Pakuan, Kota Bogor.

Baca juga: Syifa Fauziah Mahasiswi Magister Disabilitas Unpak, Lulus Cumlaude hingga Jadi CPNS

unb universitas nusa bangsa bogor

Profesor Prasetyorini  dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Biologi sedangkan Profesor  Sri Setyaningsih sebagai guru besar Bidang Ilmu Manajemen Pendidikan.

Pengukuhan dua profesor baru tersebut menambah jumlah guru besar di Unpak Bogor menjadi 12 orang.

“Atas nama civitas akademika Universitas Pakuan, dan Pengurus Yayasan Pakuan Siliwangi selamat atas dikukuhkannya yang sangat terpelajar, Profesor Sri Setyaningsih sebagai guru besar dalam bidang pendidikan, dan juga yang sangat terpelajar, Profesor Prasetyorini sebagai guru besar dalam bidang biologi,” kata Rektor Unpak Bogor, Prof. Bibin Rubini, Sabtu (15/5/2022).

Prof. Bibin percaya dalam momentum pengukuhkan dua profesor sekaligus bakal memberikan suatu kenangan yang indah, khususnya kepada kedua yang sangat terpelajar dan umumnya pada Civitas Akademika Unpak. Sebab, pada akhir Mei nanti posisi Prof. Bibin Rubini sebagai rektor Unpak Bogor akan berakhir dan sebagai penggantinya Prof. Didik Notosudjono.

“Izinkan saya memperkenalkan rektor yang akan melanjutkan, yakni Prof. Didik Notosudjono,” ungkap Prof Bibin.

Ia meyakini di tangan Prof. Didik, Unpak Bogor kedepannya akan lebih berprestasi, serta berharap apa yang sudah dirintis dan dikerjakan dapat dilanjutkan oleh rektor yang baru nanti.

Baginya, bukan hanya menambah pringkat prestasi saja dengan mewujudkan universitas yang lebih unggul, tetapi dapat memenuhi kualitas sumber daya manusia.

“Saat ini Unpak memiliki 12 profesor, 10 diantaranya dilahirkan semasa pengurusan saya sebagai rektor pada masa jabatan 2008-2022,” katanya.

Diakui Prof. Bibin, untuk mencapai 10 orang guru besar di perguruan tinggi swasta sangat tidak mudah. Namun demikian, kunci utama untuk dapat mewujudkannya adalah motivasi.

“Merasa di zona nyaman, merasa bahwa S2 sudah cukup karena sudah memenuhi batas minimal seorang dosen untuk menjalankan fungsinya, padahal upaya lain sangat penting untuk pencapaian gelar tertinggi dan pencapaian jabatan tertinggi,” imbuhnya.

Pria asal Bandung itu juga berharap, di tangan rektor yang baru akan dilantik nanti dapat melahirkan guru besar muda.

Kegiatan pengukuhan tersebut juga dihadiri Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten Samsuri. (ded)

Berita Lainnya