Beranda Internasional Putin Dikabarkan Sakit, Sempat Kejang Saat Pertemuan Dengan Menteri Pertahanan

Putin Dikabarkan Sakit, Sempat Kejang Saat Pertemuan Dengan Menteri Pertahanan

Vladimir Putin

RADAR BOGOR, Seorang pengamat Rusia, Christo Grozev mengatakan bahwa kondisi Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan sakit.

Hal ini diungkapkanya setelah mendapatkan informasi tentang kesehatan terakhir Putin, di mana para pejabat militer dan keamanan Rusia percaya bahwa Putin sakit parah.

Kondisi Putin dikabarkan sakit tersebut dipertanyakan oleh seorang wartawan TV bernama Dmitry Gordon.

unb universitas nusa bangsa bogor

Gordon bertanya kepada Grozev bahwa kami melihat Putin kejang sambil mencengkeram sudut meja dengan lengan kanannya selama pertemuan dengan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu.

Putin mengenakan jaket dengan kerah yang terlalu tinggi dan ketat di lehernya serta gaya berjalannya yang tertatih-tatih, apakah dia sakit atau hanya ingin kelihatan sakit?

“Saya tidak bisa mengatakan dengan pasti apakah kondisi Putin dalam keadaan sakit, namun orang-orang dilingkaranya mengungkapkan bahwa Putin sedang sakit,” papar Grozev.

Grozev menambahkan kami juga tahu bahwa Lubyanka atau Federal Security Service (FSB) mengirim surat sekitar sebulan yang lalu kepada semua kepala FSB regional.

Surat tersebut berisikan, ‘Jika Anda mendengar tentang dia memiliki penyakit yang sangat serius, kami bersikeras Anda tidak memperhatikan’.

“Jadi mereka semua berpikir ini berarti adalah kebalikannya,” tambah Grozev.

“Saya percaya faktor ini, di mana orang-orang yang dekat dengan dia berpikir bahwa Putin sedang sakit dan ini akan mengurangi bagi mereka dalam mematuhi perintahnya untuk membunuh musuh,” terang Grozev.

Dilansir dari dailymail.co.uk, dalam penyerbuannya ke Ukraina, Presiden Rusia telah menempatkan pasukan nuklir di Moskow dalam siaga tinggi.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Putin dapat menekan tombol tersebut jika Ukraina terus melakukan perlawanan.

Apalagi saat meningkatnya dukungan Barat ke Ukraina, Putin telah membuat ancaman akan mengerahkan senjata nuklir taktis Rusia.

Penggunaan nuklir ini semakin santer terdengar kerana media pemerintah pekan lalu mengeluarkan ancaman yang hampir setiap hari akan melenyapkan Inggris dan Irlandia dengan rudal nuklir.

Orang-orang dalam lingkaran terdekatnya percaya bahwa Putin bisa segera mati dan tidak mau mengambil resiko untuk diseret ke pengadilan karena menggunakan senjata nuklir.

Bahkan menurut Grozev mereka juga tidak akan mematuhi perintah Putin untuk membunuh musuh mereka.

Grozev juga menambahkan bahwa salah seorang yang dekat dengan Putin mengatakan bahwa lebih baik dia mati karena penyakitnya dari pada terus menghancurkan Ukraina, Rusia dan elit bisnis super kaya Moskow.

Namun sayangnya Grozev tidak mengungkapkan dengan persis penyakit apa yang diderita opelh Putin. (*)