25 radar bogor

BPJS Kesehatan Jadi Syarat Penerimaan Mahasiswa Baru di 47 Kampus

Kartu BPJS Kesehatan
Ilustrasi BPJS Kesehatan
Kartu BPJS Kesehatan
Ilustrasi BPJS Kesehatan

JAKARTA-RADAR BOGOR, BPJS Kesehatan terus merentangkan tangan untuk menambah kepesertaan. Salah satunya menjadi syarat dalam penerimaan mahasiswa baru.

Baca Juga : Iuran BPJS Kesehatan Warga Tak Mampu Bakal Dibayarkan Pemerintah

Hingga Selasa (12/4/2022), sudah ada 47 universitas dan sekolah tinggi yang mensyaratkan BPJS Kesehatan aktif dalam proses penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2022–2023.

Persyaratan itu sebagai bentuk implementasi kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Dan, menurut Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma’ruf, itu bagian strategi pihaknya agar sivitas akademika terjamin kesehatannya.

Kerja sama tersebut, lanjut Iqbal, tidak hanya untuk mahasiswa, tetapi juga meliputi tenaga pendidik. ’’Tentu untuk memastikan jaminan kesehatan tenaga didik, peserta didik, dan lainnya,” ujarnya kemarin.

Pada kesempatan lain, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti menjelaskan bahwa presiden telah mengeluarkan instruksi yang menyangkut 30 kementerian/lembaga dalam mengoptimalkan penyelenggaraan program JKN-KIS. Hal ini harus disesuaikan dengan tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing kementerian dan lembaga.

’’Instruksi ini mencakup perguruan tinggi melalui menteri pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi. Diinstruksikan agar memastikan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS aktif,” ucap Ghufron.

Pemerintah telah menargetkan Indonesia mencapai universal health coverage (UHC) sebesar 98 persen pada 2024. Hingga kemarin, baru 89 persen penduduk atau 236 juta jiwa yang terdaftar sebagai peserta JKN-KIS.

Pendekatan kepada UMKM hingga masyarakat menengah ke atas juga akan terus dilakukan. Ghufron juga menyebut dalam waktu dekat beberapa kampus akan turut bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Sementara itu, Direktur Pengawasan, Pemeriksaan, dan Hubungan Antarlembaga BPJS Kesehatan Mundiharno mengatakan, untuk terus meningkatkan cakupan kepesertaan JKN-KIS, pihaknya senantiasa menjalin sinergi dengan pemangku kepentingan. Selain itu, kepesertaan JKN-KIS juga sebagai syarat persetujuan penyesuaian uang kuliah tunggal (UKT).

Di sisi lain, sejumlah kampus negeri di Surabaya juga telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Karena itu pula, beberapa perguruan tinggi negeri (PTN) menjadikan kepesertaan BPJS Kesehatan sebagai syarat untuk daftar ulang mahasiswa baru (maba).

Seperti di Universitas Airlangga (Unair). ’’Ini bagian dari support kami (Unair) dalam menyukseskan program pemerintah,” kata Rektor Unair Prof Mohammad Nasih. (jpg)