Isolat Protein Berbasis Kacang, Sebagai Solusi Pemanfaatan Bahan Lokal

Kacang hijau
Kacang hijau
Kacang hijau
Kacang hijau

INDONESIA merupakan negara yang kaya akan sumber bahan pangan yang mengandung protein, salah satunya berasal dari kacang-kacangan.

Baca Juga : Selain Pilek dan Sakit Tenggorokan, Ini 6 Gejala Omicron pada Kulit

Kacang-kacangan memiliki kandungan protein berkisar antara 20% sampai dengan 30%. Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L.) dan Kacang Merah (Phaseolus Vulgaris L) yang merupakan jenis kacang yang melimpah di Indonesia.

Dengan adanya kekayaan kacang-kacangan yang melimpah, membuat komoditas kacang-kacangan perlu dilakukan pengolahan agar dapat memperpanjang umur simpan dan meningkatkan fungsi dari kandungan dan status gizinya.

Penggunaan protein berbasis nabati juga sebagai upaya pengurangan penggunaan protein hewani sebagai sumber isolat protein. Hal ini terkait dengan isu peningkatan populasi manusia yang sangat tinggi, berkorelasi dengan meningkatnya  kebutuhan manusia.

Salah satu produk yang bisa dibuat adalah Isolat protein yang merupakan suatu olahan bahan baku yang dikonsentrasikan kandungan proteinnya kadar protein yang tinggi.

Adanya kadar protein tinggi berfungsi untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh, meregenerasi sel tubuh, menghasilkan hormone dan lain-lain.

Adanya pembuatan isolate juga berguna dalam memanfaatkan bahan baku yang melimpah dikarenakan penggunaan yang tinggi pula. Seperti campuran bahan baku dalam industry pangan, contohnya adalah campuran dalam olahan daging.

Selain itu adanya pemanfaatan bahan baku berbasis nabati ini mengurangi pelepasan gas metana yang berasal dari peternakan yang menghasilkan efek rumah kaca.

Singkat kata, isolat bisa menjadi solusi yang tepat guna, ringkas, cepat dan implementatif untuk segala aspek mulai dari sudut pandang lingkungan, bisnis ataupun agrarian. (*)

Oleh: Muhammad Arijuddin

Berita Lainnya