Beranda Metropolis Antisipasi Varian Omicron, RSUD Kota Bogor Siapkan Gedung Baru

Antisipasi Varian Omicron, RSUD Kota Bogor Siapkan Gedung Baru

RSUD Ciawi mulai bersiap mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 saat libur Nataru.

BOGOR-RADAR BOGOR, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor kembali menyiapkan gedung baru Blok 3.

Hal itu sebagai antisipasi lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron di wilayahnya.

Baca juga: Alhamdulilah, Ruang Khusus Pasien Covid-19 RSUD Ciawi Kosong

universitas-ibn-khaldun-uika-bogor

“Kami melakukan persiapan (secara) bertahap, dilihat dari berapa banyak penambahan kasus yang terjadi, apabila kasus bertambah secara perlahan kita siapkan lantai 1 atau ruang Batu Tulis di Blok 3 RSUD Kota Bogor,” kata Kabid Pengembangan Bisnis dan Pengendalian RSUD Kota Bogor Armein S. Rowi, Rabu (26/1/2022).

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus yang cukup signifikan, maka RSUD Kota Bogor menyiapkan seluruh lantai yang berada di Blok 3 untuk digunakan melakukan perawatan pasien Covid-19.

Sedangkan upaya terakhir yang akan ditempuh ketika kasus semakin tidak terkendali, maka RSUD Kota Bogor akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meminta agar membuka kembali rumah sakit perluasan.

“Kita sedang mempersiapkan ruang Batu Tulis, mulai dari 32 bad dan bisa disesuaikan sesuai penambahan kasus. Tapi jika semakin melonkan akan disiapkan rumah sakit perluasan. Itu pilihan terakhir,” ucap Armein.

Untuk itu, dirinya meminta agar masyarakat waspada varian omicron karena penularanya yang sangat cepat dan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Karenanya jika sedang dalam kondisi tidak fit, mengalami gejala flu, batuk, dan sebagainya, baiknya mengurangi intensitas kegiatan baik kerkumpul, dan sebagainya.

“Silent dan penularannya cepat, bukan hanya menjaga prokes, menjaga kesehatan dan mengurangi potensi penyebaran covid,” imbuhnya.

Secara umum, kata dia, varian omicron hampir sama dengan varian sebelumnya.

Hanya saja untuk varian baru tersebut penyebaran yang cepat. Tetapi gejala yang ditimbulkan relatif ringan seperti batuk, filk, dan demam yang tidak tinggi.

Meski demikian, tetap harus diwaspadai karena penyebaran yang cepat, dan ketika menginfeksi pasien yang memiliki komorbid bisa menimbulkan kematian.

Dari total 145 pasien yang masih dirawat di rumah sakit hingga Selasa (25/1/2022), sebanyak 18 pasien ditangani di RSUD Kota Bogor.

“(Mereka) memang menunjukan gejala yang belum parah,” ucapnya. (ded)