Nanoselulosa dan Peran Pentingnya di Balik Bioplastik Ramah Lingkungan

SELULOSA merupakan polimer alam yang paling melimpah, biokompatibel, dan ramah lingkungan karena mudah terdegradasi, tidak beracun, serta dapat diperbarui.

Selulosa bisa didaptakan melalui ektraksi limbah hasil pertanian, seperti limbah coklat, kopi, tomat, dan lain sebagainya. Saat ini penggunaan selulosa banyak diterapkan di dalam teknologi nano, yaitu nanocrystalline cellulose (NCC).

Penambahan nanoselulosa ke dalam bioplastik memiliki tujuan sebagai bahan pengisi yang akan menjadikan sifat bioplastik tersebut menjadi lebih baik.

Selain dapat didaur ulang dan ramah lingkungan, bioplastik yang sudah ditambahkan dengan nanoselulosa akan tahan panas dan elastis sehingga tidak mudah robek pada saat pemakaian.

Telah banyak peneliti yang memproduksi nanoselulosa dan terbukti metode yang paling efektif adalah melalui proses hidrolisis dengan asam organik, seperti asam maleat dan asam sitrat.

Kedua asam tersebut merupakan jenis alfahidroksida yang bisa didaur ulang, tidak berbau, memiliki partikel kristal yang transparan, dan dapat diekstraksi dari buah maupun sayuran. Jadi tidak akan menghasilkan residu asam yang berbahaya bagi lingkungan. (*)

Berita Lainnya