Beranda Metropolis Sandang Kota Termacet ke Lima, Polresta Bogor Kota Kaji Penambahan Ruas Baru

Sandang Kota Termacet ke Lima, Polresta Bogor Kota Kaji Penambahan Ruas Baru

Kota Termacet
Kondisi kemacetan di Kota Bogor 7 Juli 2021 lalu. Kota Bogor masuk lima besar kota termacet di Indonesia.

BOGOR-RADAR BOGOR, Hasil penelitian Global Traffic Scorecard 2021, menempatkan Kota Bogor sebagai kota termacet ke lima di Indonesia.

Baca Juga : Kota Bogor Kelima Termacet di Indonesia, Bima Arya justru Bersyukur

Hasil penelitian itu membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bakal melakukan evaluasi terkait dengan kemacetan yang terjadi di wilayahnya.

Kapolresta Bogor Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan untuk mengatasi kemacetan di Kota Bogor tak bisa dilakukan satu pihak, perlu bersama-sama dengan stakeholder yang bergerak di bidang transportasi dan Pemkot Bogor.

“Kita akan pelajari lagi, kita evaluasi apakah ruas jalan yang ada itu sebanding dengan volume kendaraan. Sehingga apakah nanti perlu penambahan ruas jalan baru atau ruas jalan arteri baru. Tentunya nantinya akan kita kaji bersama agar bisa mendapatkan sosulisi kemacetan di Kota Bogor,” kata Susatyo, Jumat (14/1/2022).

Kombes Pol Susatyo mengaku setiap weekend Kota Bogor terjadi peningkatan volume kendaraan yang akhirnya menyebabkan sejumlah ruas jalan macet. Karenanya, untuk dapat mengurai kemacetan khususnya saat akhir pekan diperlukan rekayasa lalu lintas.

Menurutnya, pusat Kota Bogor terutama pada ruas jalan Pajajaran dan SSA menjadi rute utama kendaraan yang melintas. Apalagi, Kota Bogor menjadi daerah tujuan para pelancong yang sebagian besar berasal dari DKI Jakarta.

“Kita berharap ke depan akan ada ruas jalan lainnya sebagai penghubung, sebagai arteri, yang memang cukup untuk menampung kendaraan di jalan protokol,” ucapnya.

Susatyo juga mendorong agar masyarakat membudayakan dan membiasakan menggunakan transportasi umum.

Apalagi Kota Bogor saat ini memiliki Biskita Transpakuan, yang digadang-gadang menjadi evolusi transportasi di Kota Bogor menggantikan angkutan kota (angkot).  “Mudah-mudahan nanti Biskita bisa mengurai kemacetan ini,” ucapnya.

Sebelumnya, Kota Bogor termasuk lima kota termacet di Indonesia berdasarkan hasil penelitian Global Traffic Scorecard 2021 yang dirilis perusahaan analisis data lalu lintas, Inrix,

Kota Bogor menjadi kota kelima di Indonesia yang mendapat predikat kota termacet.

Setelah Kota Surabaya di peringkat pertama, disusul DKI Jakarta, Denpasar dan Malang. Sedangkan tingkat dunia, Kota Bogor ada di posisi 821 kota termacet seantero bumi.

Wali Kota Bogor Bima Arya menanggapi hasil survei tersebut dengan santai.

Menurutnya, dengan hasil Kota Bogor ada di peringkat kelima kota termacet di Indonesia dan ke 821 se-dunia, hal itu merupakan hal baik.

Sebab, sambung dia, pada 2016 lalu Kota Bogor pernah dinobatkan sebagai kota termacet di dunia versi Waze.

“Tahun 2016, Waze menyatakan Kota Bogor itu kota termacet di dunia. Nah kalau hari ini peringkatnya sudah ke-821 di dunia, lalu kelima di Indonesia setelah kota-kota besar, berarti ada hal yang baik. Itu pertama,” katanya di DPRD Kota Bogor, Rabu (12/2/2022).

Apalagi, Kota Bogor juga terus bebenah melakukan penataan transportasi terintegrasi yang ramah lingkungan serta nyaman. Salah satunya dengan reformasi angkutan kota menjadi bus.

“Kedua, apapun itu sekarang kita berproses menuju transportasi yang ramah lingkungan, dan nyaman dengan melakukan reformasi angkutan kota,” ungkap Bima Arya.

Bima Arya menambahkan, Pemkot Bogor tak hanya fokus melakukan pengurangan angkutan umum, namun juga membangun sistem transportasi yang terintegrasi dan mengurangi beban di pusat kota.

Sehingga, kata Suami Yane Ardian itu, dengan segala upaya yang ada, ia mengaku belum puas dan masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan.

“Puas? belum lah, masih banyak PR-nya. Dan apapun hasil surveinya, ya buat kami ini satu data yang harus jadi rujukan dan bahan masukkan,” ucapnya.

Ia berharap beberapa tahun kedepan Kota Bogor bisa menempati peringkat yang semakin baik terkait hasil survey tentang kemacetan di Kota Bogor. (ded)

Editor : Yosep