Beranda Metropolis Dijuluki Kota Termacet di Indonesia, Bima Arya Usulkan Kembali Terminal Batas Kota

Dijuluki Kota Termacet di Indonesia, Bima Arya Usulkan Kembali Terminal Batas Kota

ilustrasi terminal
ilustrasi terminal

BOGOR-RADAR BOGOR, Wali Kota Bogor, Bima Arya sempat membahas kembali konsep terminal batas kota di wilayah perbatasan Kota dan Kabupaten Bogor.

Hal itu dilakukan sekaligus membenahi transportasi di Kota Bogor. Apalagi, baru-baru ini Kota Bogor masuk ke dalam lima kota termacet di Indonesia berdasarkan hasil penelitian Global Traffic Scorecard 2021 yang dilakukan perusahaan analisis data lalu lintas, Inrix.

Baca juga: Sandang Kota Termacet ke Lima, Polresta Bogor Kota Kaji Penambahan Ruas Baru

Bima Arya mengatakan, persoalan kemacetan di Kota Bogor terjadi karena beberapa faktor. Dimana salah satunya yakni konsep angkutan kota yang harus lebih direformasi.

Untuk itu, Bima Arya mengaku bersama Bupati Bogor, Ade Yasin akan kembali mengkoordinasikan konsep terminal batas kota ke Provinsi Jawa Barat.

“Targetnya di 2024 angkot di pusat kota sangat berkurang. (Sembari) akselerasi dari program BTS itu menjadi strategi utama kita,” kata Bima Arya, Jumat (14/1/2022).

Soal hasil penelitian yang dilakukan Inrix bahwa Kota Bogor masuk sebagai kota termacet ke lima di Indonesia, dijelaskan Bima Arya, semua survei itu tetap jadi referensi bagi pihaknya.

Meski seringkali pihaknya juga tidak mengetahui survei yang dilakukan mengambil dari mana, dan apakah diambil dari wilayah perbatasan atau termasuk Puncak.

Meski begitu, bagi Bima Arya, apapun hasil penelitian yang dikeluarkan, tidak akan mengurungkan pihaknya untuk terus memperbaiki transportasi di Kota Bogor untuk mengakselerasi konsep konversi angkutan kota.

“Kita jadikan referensi saja, apapun hasilnya sama saja yang penting di lapangan warga harus melihat perbaikan,” ujarnya. (ded)

Editor: Rany