Beranda Metropolis Kota Bogor Kelima Termacet di Indonesia, Bima Arya justru Bersyukur

Kota Bogor Kelima Termacet di Indonesia, Bima Arya justru Bersyukur

ilustrasi macet
ilustrasi macet

BOGOR-RADAR BOGOR, Kota Bogor kembali menyandang rapor merah dalam hal penataan transportasi.

Pada tahun 2016 lalu, aplikasi lalu lintas Waze merilis survei yang menyatakan Bogor masuk lima kota dengan pengalaman berkendara terburuk di dunia.

Teranyar, perusahaan analisis data lalu lintas, Inrix, meliris hasil penelitian Global Traffic Scorecard 2021.

unb universitas nusa bangsa bogor

Baca juga: Imbas Ganjil Genap, Sejumlah Ruas Jalan di Kota Bogor Macet

Lima kota di Indonesia rupanya termasuk sebagai kota termacet di dunia, salah satunya Kota Bogor.

Kota Bogor menjadi kota kelima di Indonesia yang mendapat predikat kota termacet.

Setelah Kota Surabaya di peringkat pertama, disusul DKI Jakarta, Denpasar dan Malang. Sedangkan tingkat dunia, Kota Bogor ada di posisi 821 kota termacet seantero bumi.

Wali Kota Bogor Bima Arya menanggapi hasil survei tersebut dengan santai.

Menurutnya, dengan hasil Kota Bogor ada di peringkat kelima kota termacet di Indonesia dan ke 821 se-dunia, hal itu merupakan hal baik.

Sebab, sambung dia, pada 2016 lalu Kota Bogor pernah dinobatkan sebagai kota termacet di dunia versi Waze.

““Tahun 2016, Waze menyatakan Kota Bogor itu kota termacet di dunia. Nah kalau hari ini peringkatnya sudah ke-821 di dunia, lalu kelima di Indonesia setelah kota-kota besar, berarti ada hal yang baik. Itu pertama,” katanya di DPRD Kota Bogor, Rabu (12/2/2022).

Apalagi, Kota Bogor juga terus berbenah melakukan penataan transportasi terintegrasi yang ramah lingkungan serta nyaman. Salah satunya dengan reformasi angkutan kota menjadi bus.

“Kedua, apapun itu sekarang kita berproses menuju transportasi yang ramah lingkungan, dan nyaman dengan melakukan reformasi angkutan kota,” ungkap Bima Arya.

Bima Arya menambahkan, Pemkot Bogor tak hanya fokus melakukan pengurangan angkutan umum, namun juga membangun sistem transportasi yang terintegrasi dan mengurangi beban di pusat kota.

“Puas? belum lah, masih banyak PR-nya. Dan apapun hasil surveinya, ya buat kami ini satu data yang harus jadi rujukan dan bahan masukan,” ucapnya.

Ia berharap beberapa tahun kedepan Kota Bogor bisa menempati peringkat yang semakin baik terkait hasil survey tentang kemacetan di Kota Bogor.

Kota di Indonesia terakhir yang disurvei Inrix adalah Kota Bogor. Kota Bogor menjadi kota termacet kelima di Indonesia dan ke-821 di dunia. jumlah total waktu yang terbuang dalam kemacetan selama periode jam sibuk di Bogor mencapai 7 jam.(ded)

Editor: Rany