25 radar bogor

Meghan Markle Cari Hunian Baru, Jual Rumah Senilai 196 M

Potret terbaru Meghan Markle.
Potret terbaru Meghan Markle.

JAKARTA-RADAR BOGOR, Setelah Meghan hanya tinggal di rumahnya 18 bulan di mansion Montecito Los Angeles Amerika Serikat, Meghan Markle dan Pangeran Harry dikabarkan tengah berburu hunian baru. Rumah itu merupakan rumah pertama mereka di AS setelah memutuskan mundur dan mandiri dari Kerajaan Inggris.

Baca Juga : Film Ben & Jody : Pertarungan Hidup Dan Mati

Meghan menjual rumah itu senilai USD 14 juta atau seharga Rp 196 miliar. Pangeran Harry dan Meghan Markle berminat menjual rumah dan perkebunan beserta seembilan kamar tidur yang luas tersebut.

Meghan mulai membuat pertanyaan pribadi berencana menjual tanah dam rumah itu. Luasnya hampir 7,5 hektare dengan lahan subur dan dikelilingi oleh pohon pinus dan cemara.

Duke dan Duchess of Sussex mulai menunjukkan minat pada rumah lain dan terbuka untuk penawaran pribadi. “Mereka berpikir untuk menjual rumah mereka di sana,” kata sumber tersebut seperti dilansir dari StarAdvertiser, Kamis (6/1).

Keluarga Sussex membeli rumah itu pada Juni 2020 dari pengusaha Rusia Sergey Grishin, lima bulan setelah mengumumkan bahwa mereka akan meninggalkan tugas kerajaan. Mereka tiba di California saat merebaknya pandemi Covid-19, dan tinggal selama tiga bulan di rumah mewah produser dan aktor Los Angeles Tyler Perry, yang juga memberikan detail keamanan lengkap kepada pasangan itu.

Selain sembilan kamar tidur, perkebunan Montecito mereka juga memiliki 16 kamar mandi, kolam renang, lapangan tenis, kedai teh, dan taman bermain pribadi. Ada juga spa dengan sauna kering dan basah, bioskop pribadi, ruang permainan dan arcade, gudang anggur, dan garasi lima mobil.

Film Ben & Jody ini berbeda dari film Filosofi Kopi 1 dan 2. Kali ini Angga Dwimas Sasonggo membawa petualangan baru Ben & Jody dalam isu krusial tentang penyerobotan tanah yang dibingkai dalam sebuah genre film action.

Angga Dwimas Sasongko mengatakan, film ini bisa dimengerti oleh para penonton meskipun tidak menonton seri film Filosofi Kopi sebelumnya.

“Saya memiliki bayangan bagaimana Ben & Jody yang tadinya penjual kopi, dikembangkan menjadi adegan laga di sebuah desa di tengah hutan dibalut dengan genre action,” papar Angga Dwimas Sasongko. (jpg)