Beranda Bogor Raya Listrik Desa Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Sirnajaya

Listrik Desa Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Sirnajaya

KOMPAK : Pasokan listrik dan bantuan dari PLN membuat perekonomian dan pendidikan warga Desa Sirnajaya terus meningkat.

BOGOR – Listrik merupakan energi yang saat ini menjadi kebutuhan pokok. Tak terkecuali, di Desa Sirnajaya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Pasokan listrik menjadi faktor penting dalam peningkatan ekonomi di kawasan tersebut.

Sirnajaya merupakan salah satu desa binaan Yayasan Baitul Maal Perusahaan Listrik Negara (YBM PLN). Ya, Desa Sinarjaya kini mulai tumbuh menjadi daerah yang mandiri dan memiliki penerus bangsa yang berpendidikan.

Pendamping Desa YBM PLN, Zulham Arifin mengatakan, listrik menjadi faktor pendorong produksi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di desa tersebut. Melalui program desa cahaya yang diprakarsai oleh YBM PLN, masyarakat di daerah ini lebih berdaya, bahkan di saat pandemi.

universitas-ibn-khaldun-uika-bogor

YBM PLN memiliki program terbaru yaitu desa cahaya. Program tersebut memiliki beberapa titik lokasi di seluruh Indonesia. Salah satunya ada di Bogor.

Melengkapi program ini, tiga instrumen harus dibangun yang terdiri dari saung cahaya, rumah bibit, dan kelompok swadaya masyarakat.

Menurutnya, saung cahaya merupakan tempat berkumpulnya masyarakat untuk berkolaborasi dan bekerja sama dengan stakeholder yang ada untuk mengembangkan Desa Sirnajaya. Segala masalah dimusyawarahkan di saung cahaya ini.

“Program kerja dan konsep yang akan dilakukan dikemukakan di saung ini. Tak jarang, kami menggunakan infocus untuk mengarahkan masyarakat desa agar penjelasannya sampai dengan baik,” tutur pria yang akrab disapa Zulham ini.

ANTUSIAS : Dengan pasokan listrik yang maksimal, warga dapat mengolah potensi yang ada seperti pisang menjadi produk berkualitas.

Saung ini, kata dia, sangat penting bagi masyarakat karena kegiatan agama, pendidikan, dan sosial dilakukan di lokasi tersebut. Seluruh kegiatan menggunakan listrik. “Oleh karena itu, kami memberikan tarif khusus,” tambahnya.

Instrumen kedua, kata dia, rumah bibit dengan bertujuan masyarakat dapat bercocok tanam di pekarangan rumah. Ia berharap, rumah bibit mampu mengurangi biaya dapur warga. Sehingga, sambung dia, masyarakat tak perlu mengeluarkan uang untuk bahan makanan.

“Biaya membeli sayuran bisa dialihkan untuk biaya pendidikan. Di sini, penididikan masih cukup rendah. Diharapkan rumah bibit bisa menjadi solusi untuk mendukung anak-anaknya sekolah,” katanya.

3 September 2021, KSM dibentuk dan diharapkan mampu membawa kemakmuran dan kejayaan bagi masyarakat sekitar.

Selain memberikan bimbingan, YBM PLN memberikan modal kepada usaha menengah kecil mikro (umkm), peternakan, dan pertanian.

Fokus program desa ini, di antaranya meningkatkan kualitas dan kuantitas pertanian padi, meningkatkan produktifitas peternakan domba, dan menciptakan pisang menjadi produk unggulan Desa Sirnajaya.

Pisang merupakan salah satu potensi yang ada di Desa Sinarjaya, karena diolah dan dikemas menjadi keripik kekinian.

“Alhamdulillah produk olahan pisang telah memiliki izin edar, logo halal, dan juga kemasan yang menarik sudah dititipkan ke beberapa kafe dan toko oleh-oleh di sekitar Sukamakmur,” tuturnya.

YBM PLN memperkenalkan pasar luar jaringan (lurring) dan dalam jaringan (daring) kepada masyarakat. Pasar luring menggaet kafe dan toko daerah wisata di Sukamakmur.

Sedangkan untuk pasar daring, diperkenalkan marketplace BUMN (padi pasar digital) dan PLN Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan ( PLN TJSL).

“Presiden Jokowi menyarankan dan menginstruksikan agar produk umkm bisa diserap oleh BUMN, dan itu yang kami lakukan,” katanya.

Ia menceritakan, harga yang diterapkan untuk setiap kemasan keripik pisang ialah Rp9.000 untuk distributor, Rp10.000 untuk reseller, dan Rp13.000 untuk konsumen akhir.

“Saat ini, ada delapan ibu rumah tangga yang tergabung dengan penjualan 320 bungkus per dua minggu,” ceritanya.

Desa cahaya tidak langsung terbentuk, Zulham dan tim melakukan assessment dan pemetaan untuk menentukan konsep terbaik yang bisa diterapkan di Desa Sirnajaya.

Ia menceritakan, kelompok binaan merupakan golongan kurang mampu. YBM PLN, memiliki lima pilar yang terdiri dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, dakwah, dan sosial kemanusiaan.

“Kami berharap desa cahaya bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat luas,” tegasnya.

Desa cahaya termasuk pilar ekonomi, empat pilar lainnya tetap dijalankan. Support pendidikan berupa pemberian papan tulis, untuk kesehatan diadakan vaksin untuk ibu hamil, lansia, dan anak-anak.

Sosial kemanusiaan diadakan pelatihan tanggap bencana. Setiap bulan ramadhan membagikan sembako bagi lansia dan golongan yang kurang beruntung lainnya.

PLN TJSL dukung UMKM

PT PLN (Persero) terus mendukung pemerintah dalam peningkatan perekonomian negara. Ya, melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL), perusahaan plat merah ini selalu hadir di berbagai sektor agar masyarakat mampu bertahan di masa pandemi ini.

Tak heran, PLN diganjar peringkat Gold dalam kategori Excellence in CSR Strategy. “Program TJSL yang dilakukan PLN tak hanya sebagai wujud tanggung jawab PLN tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Program pemberdayaan masyarakat yang sejalan dengan visi misi PLN mampu memberikan multiplier effect bagi seluruh masyarakat,” ujar Head of Human Resources Wipro Unza Indonesia, Adi Sumarno.

Direktur Manajemen dan Sumber Daya Manusia PLN, Yusuf Didi Setiarto menjelaskan, sudah ada 44.057 UMKM yang menjadi mitra binaan PLN.

Menurutnya, PLN terus melakukan program TJSL yang sesuai dengan cita-cita SDG’s dan berpedoman pada ISO 26000.

“Di sektor usaha mikro kecil (UMK), kami juga telah berinovasi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas UMK melalui program Molisbooth yaitu Gerobak motor listrik untuk membantu UMK Mitra Binaan berjualan serta memasukkan mitra binaan dalam rantai pasok kebutuhan perusahaan,” ujar Yusuf.

Dukungan PLN terhadap UMKM dilakukan melalui bantuan pelatihan, peralatan usaha, dan pembinaan umkm agar naik kelas. Hingga mei 2021, melalui program kemitraan, PLN telah menyalurkan bantuan senilai Rp349 milyar.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi bangsa. Dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional, kami yakin mendukung UMKM akan membangkitkan ekonomi bangsa,” ungkap Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini

Zulkifli menjelaskan, dukungan ini merupakan komitmen PLN mengembangkan UMKM yang ada di Indonesia. Hal tersebut, sejalan dengan tujuan ke-8 SDG’s (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan).

“Ini merupakan peran aktif kami untuk menciptakan pekerjaan layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui program PLN Peduli. Kami sangat senang melihat mitra binaan terus berkembang,” papar Zulkifli.

 

Tak hanya itu, Program TJSL lewat PLN Peduli tahun ini pun kembali mendapatkan penghargaan melalui Indonesia TJSL Award 2021.

Dalam kesempatan tersebut, PLN mendapatkan Penghargaan Best TJSL 2021 with Outstanding Program in Local Community Basic Needs Support, Kategori pelaku industri energi, minyak dan gas.

Vice President TJSL PLN, Agus Yuswanta menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diterima ini. “Menjadi komitmen kami bahwa saat ini kami fokus pada program TJSL yang memberikan social innovation bagi masyarakat. Salah satu program yang paling kami unggulkan adalah Electrifying Agriculture,” sebutnya.

Agus menegaskan, lewat inovasi pihaknya terus berupaya meningkatkan produktivitas petani dengan dukungan listrik.

Program ini, kata dia, telah berjalan di berbagai wilayah di Indonesia dan berhasil mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

Sementara, tahun ini hingga semester I telah terealisasi dana TJSL sekitar Rp3,5 miliar yang dilakukan di 26 unit kerja PLN dengan jangkauan wilayah lebih luas. Mulai dari Jawa, Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara, Bali, Maluku hingga Papua.

Hingga Juni 2021, inovasi program Electrifying Agriculture telah berdampak pada peningkatan pelanggan sebanyak 136.128 Pelanggan. Penambahan daya terpasang hingga 1.422 MVA dan pendapatan senilai Rp 2,26 triliun.

“Kita terus berinovasi mendorong aksi program TJSL yang berperan meningkatkan nilai manfaat bersama antara PLN dan masyarakat. Sehingga di tengah tantangan pandemi, kita bisa tumbuh bersama,” ujar Agus.

Sebagai dasar penilaian, penghargaan ini menitikberatkan pada 3 indikator utama. Di antaranya performa keuangan perusahaan, performa kinerja program kemitraan, dan performa kinerja bina lingkungan.(*/luc)