25 radar bogor

Masih Kejar Target, Vaksinasi Lansia Kota Bogor Tembus 59.210 Orang

Masih Kejar Target, Vaksinasi Lansia Kota Bogor Tembus 59.210 Orang
Masih Kejar Target, Vaksinasi Lansia Kota Bogor Tembus 59.210 Orang

BOGOR-RADAR BOGOR, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor masih mengebut pelaksanaan vaksinasi untuk masyarakat.

Baca Juga : Sempat Viral karena Video Aksi Meresahkan di Dalam Angkot, Pengamen Bawa Sajam Langsung Diamankan Polisi

Secara umum dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor hingga Sabtu (4/12/2021), dari jumlah sasaran 819.444 orang, 730.970 orang diantaranya sudah mendapatkan vaksin pertama atau setara 89,2 persen.

Sedangkan untuk vaksinasi warga lanjut usia (lansia), Kota Bogor baru menyelesaikan vaksinasi terhadap 59.210 orang atau setara 79,28 persen dari target sasaran 74.682.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor dr Sri Nowo Retno mengatakan, target vaksinasi lansia di Kota Bogor berjumlah 74.682 orang.

“Dari jumlah itu, yang sudah divaksin dosis pertama sudah 59.210 orang atau setara 79,28 persen. Lalu untuk vaksinasi lansia dosis kedua, jumlahnya mencapai 52.256 orang atau setara 69,98 persen,” katanya Retno, kemarin.

Retno menambahkan, Kota Bogor sudah menyelesaikan vaksinasi pertama sebanyak 730.970 atau setara 89,2 persen.

Sedangkan untuk vaksinasi kedua, Kota Bogor sudah melakukan vaksinasi terhadap 628.859 orang atau setara 76,74 persen.

“Dari jumlah sasaran target itu 819.444 orang,” imbuhnya.

Ia menambahkan, sekarang ini skema yang dilakukan tetap memaksimalkan sentra vaksin. Serta menyisir wilayah secara door to door ke warga.

“Kerjasama dengan camat, lurah, RT, RW hingga puskesmas dan posyandu. Kita tinggal sisir door to door sekarang. Tapi sentra vaksin tetap ada,” imbuhnya.

Meski begitu, pihaknya mengaku kesulitan mengejar target vaksinasi 100 persen dalam waktu dekat. Salah satu penyebabnya, ada kendala vaksinasi terhadap komorbid dan penyintas.

“Real-nya disisir door to door, RT RW mendata, orang (sasarannya, red)-nya sudah habis. Kenapa begitu? Karena sasaran di KPC-PEN itu lebih besar dari data kita, jadi orangnya sudah habis tapi jatah vaksin masih ada,” tukasnya.(ded)