Hasil survey, 2 Tahun Terakhir Investasi Saham Dan Reksadana Diminati Generasi Z

Wartawan mengambil gambar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (19/11/2021). Seiring dengan terus bertumbuhan investor (ritel) di Indonesia IHSG berhasil bangkit dari level terendah selama padandemi covid-19 dan ditutup pada level tertinggi sepanjang yakni 6.720,26. FOTO: SALMAN TOYIBI/JAWA POS

INVESTASI

JAKARTA- RADAR BOGOR, Banyak masyarakat Indonesia saat ini mulai memiliki kesadaran untuk berinvestasi. Hal tersebut tercermin dari hasil survei yang dilakukan kepada 806 investor saham dan 613 investor reksa dana oleh Katadata Insight Center.

Baca juga : Komisi V Ajak Sinergitas Mitra Kerjanya

Hasil survei mencatat, investor dari Gen Z dan Gen Y (milenial) paling banyak mulai membeli saham dan reksa dana dalam 2 tahun terakhir.

Manajer Riset Katadata Insight Center Vivi Zabkie mengatakan, dalam survei tersebut, sebanyak 41,3 persen generasi milenial mengaku mulai membeli saham pada 1-2 tahun terakhir. Sedang di kelompok usia Gen Z, terdapat 48,1 persen yang mengaku baru membelinya kurang dari 1 tahun terakhir.

“Investor saham dalam survei yang didominasi responden dari kelompok usia muda ini mengatakan mereka melakukan investasi setiap mendapat dana lebih 47,6 persen. Namun ada pula yang melakukannya rutin setiap bulan 27,2 persen dan saat pasar sedang bagus 20 persen,” kata Vivi Zabkie dalam diskusi webinar, Senin (6/12).

Menurutnya, survei yang bekerjasama dengan Zigi.id dan Stockbit ini menganalisis perilaku investor muda dalam berinvestasi dan persepsi mereka terhadap beragam jenis investasi tradisional maupun digital. Survei menunjukkan proporsi investor saham yang memiliki jumlah investasi cukup besar atau lebih dari Rp 50 juta dan yang relatif kecil kurang dari Rp 5 juta cenderung seimbang.

“Namun, laki-laki dan Gen X umumnya memiliki saham dengan jumlah besar (lebih dari Rp 50 juta), sementara perempuan serta mereka yang berusia muda lebih banyak yang memiliki saham dengan jumlah kecil,” tuturnya.

Saham perusahaan sektor finansial merupakan saham yang paling banyak pernah dibeli sekaligus menjadi saham favorit para investor. Posisi berikutnya ditempati oleh sektor pertambangan dan consumer goods. “Menarik melihat preferensi setiap generasi dalam memilih jenis investasi. Bahkan dalam memilih platform pembelian saham pun beda,” imbuhnya.

Ia menyebut, platform pembelian saham yang tumbuh beberapa tahun terakhir cenderung digunakan kelompok usia lebih muda dibanding platform yang sudah ada lebih lama. Pada kelompok investor reksa dana, kelompok usia muda juga terlibat banyak membeli investasi ini dalam 2 tahun terakhir.

“Perempuan dan Gen Z paling banyak masuk dalam kategori ini. Sementara Gen X cukup banyak yang telah berinvestasi reksadana selama lebih dari 5 tahun,” sebutnya.

Sementara dari sisi nominal investasi yang dimiliki, investor reksadana pada survei ini juga tergolong investor baru. Ada 39 persen investor yang memiliki total investasi kurang dari Rp 1 juta, lalu 26 persen lainnya memiliki investasi 1 hingga 5 juta rupiah.

Secara proporsi, perempuan dan Gen Z lebih banyak yang masuk kategori ini. Sementara Gen X dan Y cukup banyak yang memiliki reksadana dengan nilai lebih dari Rp 50 juta.

Sementara jika dilihat dari jenis reksa dana, sebagian besar investor membeli reksadana pasar uang. Selanjutnya hampir separuhnya memilih reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham.

“Mayoritas responden atau 79,6 persen membeli reksadana melalui aplikasi online, ada juga yang membeli lewat e-Wallet (15,8 persen) dan marketplace (14,7 persen),” pungkasnya.(jpg)

Berita Lainnya