Buka Final Senam Pancakarsa, Bupati Ingin Galakkan Kembali Olahraga Tradisional Masyarakat

Peserta final Senam Pancakarsa dan Festival Olahraga Tradisional di tadion Pakansari, Sabtu (4/12/2021). (Ruri/Radar Bogor)
Peserta final Senam Pancakarsa dan Festival Olahraga Tradisional di tadion Pakansari, Sabtu (4/12/2021). (Ruri/Radar Bogor)

CIBINONG-RADAR BOGOR, Olahraga tradisional harus kembali digalakkan, khususnya kepada  anak-anak. Sebab, diyakini dapat mengurangi kecanduan terhadap penggunaan gawai.

Hal itu ditegaskan Bupati Bogor, Ade Yasin saat membuka final lomba Senam Pancakarsa dan Festival Olahraga Tradisional yang diadakan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Bogor di Stadion Pakansari, Sabtu (4/12/2021).

“Olahraga masyarakat dan olahraga tradisional ini perlu disemarakkan kembali. Hal ini dalam rangka mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap gawai. Sekarang anak-anak dari mulai usia SD bahkan TK juga sudah main gawai,” ujarnya

“Usia  TK (main gawai), terus SD lebih mahir, SMP juga sudah lebih mahir lagi, SMA apalagi. Bahkan sekarang terlihat ketergantungan anak meningkat dengan sekolah daring,” imbuhnya dengan nada prihatin.

Bupati Bogor  Kenalkan Senam Pancakarsa

Ade pun menegaskan, bukan hanya tugas Kormi Kabupaten Bogor saja dalam membangkitkan kembali olahraga masyarakat dan olahraga tradisional. Tapi juga pekerjaan rumah bersama, termasuk pemerintah juga.

“Semua yang hadir disini adalah orang-orang yang kita tugaskan untuk menyosialisasikan kembali olahraga masyarakat. Agar warisan budaya kita tidak punah. Makanya ada Kormi yang turut melestarikannya,” sebut politisi PPP ini. 

Kemudian, lanjut Ade, di Kabupaten Bogor ada senam Pancakarsa. Ini menjadi pembeda dari olahraga-olahraga masyarakat lainnya. Sebab cuma ada di Kabupaten Bogor, di seluruh kecamatan, desa, sampai ke tingkat RT dan RW.

“Olahraga masyarakat ini juga mendukung tagline Kabupaten Bogor sport and tourism. Jadi kita ingin membangkitkan olahraga bersamaan dengan pariwisata. Wisata dan olahraga bisa bersatu, bisa berkolaborasi, contohnya senam Pancakarsa ini bisa dilaksanakan di tempat-tempat wisata,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Kormi Pusatl, Hayono Isman memuji penyelenggaraan final Senam Pancakarsa dan olahraga tradisional. Menurutnya, sangat luar biasa karena bisa menyaksikan dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa dan lanjut usia hadir dengan penuh semangat berolahraga di Stadion Pakansari. 

“Kami akan menyelenggarakan PON olahraga masyarakat tahun 2022. Insyaallah di bulan Juli saat liburan sekolah. Saya harapkan para juara di sini nanti bisa hadir. Dengan dukungan Kormi Jawa Barat nanti akan memasok calon-calon atlet untuk Kabupaten Bogor yang bisa tampil di berbagai event nasional atau internasional, tutur mantan Menpora di era Presiden Soeharto periode 1993-1998 ini. 

Di sisi lain, Ketua Kormi Kabupaten Bogor, Usep Supratman menerangkan, Festival Senam Pancakarsa dan Olahraga Tradisional merupakan hasil dari seleksi di tingkat desa. 

Yang hadir di sini adalah desa-desa yang mewakili kecamatan. “Alhamdulillah, hadir hari ini sebanyak 1.000 peserta. Saya ucapkan terima kasih kepada kepala desa dan camat yang telah mendukung seleksi senam Pancakarsa di tingkat kecamatan”.

“Kabupaten Bogor memiliki olahraga khusus yaitu Senam Pancakarsa. Ini kreasinya Bupati, di setiap tahun harus ada inovasi, walaupun tetap senamnya adalah senam Pancakarsa. Mudah-mudahan tahun 2023 Kormi Kabupaten Bogor akan memecahkan rekor MURI untuk senam Pancakarsa. Semoga tidak ada halangan,” terang Usep. (rur)

Berita Lainnya