Beranda Metropolis Tarif BISKITA Diusulkan Gratis hingga Tahun Depan, Kepala BPTJ : Kita Evaluasi...

Tarif BISKITA Diusulkan Gratis hingga Tahun Depan, Kepala BPTJ : Kita Evaluasi Dulu

Biskita Trans Pakuan
Biskita Trans Pakuan akan kembali beroperasi lagi paling lambat senin.

BOGOR-RADAR BOGOR, Masyarakat Kota Bogor sangat antusias menggunakan BISKITA Trans Pakuan. Selama tiga pekan jumlah penumpang sudah tembus 49.216 orang.

Baca Juga : BISKITA Tambah 10 Unit Baru, Siap Mengaspal di Koridor 6

BISKITA Transpakuan sudah ngaspal di Kota Hujan sejak awal November dengan tarif sementara Rp0 alias gratis di koridor 5 (Stasiun Bogor-Terminal Ciparigi).

yamaha-fazzio

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun mendorong Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) agar memperpanjang masa tarif gratis hingga tahun 2022.

Tak hanya itu, Pemkot Bogor meminta diskon atau potongan tarif bagi mahasiswa, pelajar, PNS hingga TNI-Polri ketika BISKITA sudah berbayar.

“Sementara tahun depan masih akan diupayakan supaya kontinyu, tentunya kalau (keinginan) gratis sampai kapan itu, ya kita akan evaluasi dulu,” kata Kepala BPTJ Polana B Pramesti saat menjajal BISKITA pada kordior Stasiun Bogor-Terminal Ciparigi, Sabtu (27/11/2021).

Paulina juga mengaku belum menerapkan besaran tariff dan masih akan melakukan survei terlebih dahulu terkait berapa tarif yang rasional untuk BISKITA Transpakuan.

Sebab, kata dia, tidak bisa ditetapkan begitu saja atau misalnya langsung mengadopsi tarif Bus Transjakarta di ibukota DKI Jakarta.

“Apabila berbayar, itu akan dilakukan survei dulu oleh kami, berapa sih kemampuan dan kesanggupan masyarakat (Kota Bogor) bayar ini. Tentunya seperti Transjakarta saja masih subsidi, jadi kalau gratis sama sekali, saya tidak bisa menjanjikan tapi akan evaluasi sampai kapan gratis dan penetapan tarifnya berapa. Akan ada survei dulu,” papar Polana.

Dirinya menjelaskan, pengenaan tarif tersebut salah satunya melihat besaran pendapatan di Kota Bogor. Sehingga penetapan tariff dipastikan tidak akan sama dengan bus Transjakarta.

“Masyarakat di Jakarta kan pendapatannya berbeda dengan disini (Kota Bogor, red). Kita akan melihat itu juga, sebagai salah satu dasar penetapan tarifnya berapa jika nanti diputuskan bertarif,” ucapnya.

Secara umum, Polana menjelaskan bahwa tiga pekan mengaslpa di koridor5 Stasiun Bogor-Ciparigi, penumpang disebut mencapai 49.216 orang, dengan rata-rata penumpang 2.140 orang per hari.

“Bogor itu unik karena kalau Transjakarta saat weekend itu nggak banyak, tapi di Bogor justru BISKITA ramai karena banyak orang berwisata, ikut dimanfaatkan orang sebagai transportasi berwisata. Puncak tertinggi di akhir pekan lalu, pada 21 November itu mencapai 3.415 penumpang,” ucapnya.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim meminta agar subsidi Biskita Transpakuan melalui program Buy The Service (BTS) bisa diperpanjang hingga semester pertama, yakni Juni 2022.

Sehingga masyarakat bisa menikmati layanan gratis Biskita Transpakuan lebih lama. Namun menurutnya, hal itu masih dibicarakan dengan pemerintah pusat melalui BPTJ.

“Syukur-syukur bisa satu tahun. Tahun 2022 juga masih bisa gratis, tapi perlu pembicaraan pengalokasian dari pusat. Kemudian yang penting yang kita bicarakan lainnya yakni soal aktivasi koridor yang lain,” katanya.

Selain itu, Pemkot Bogor tengah meminta diskon atau potongan tarif untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri hingga pelajar jika nanti BISKITA Transpakuan mulai ditarif pada awal 2022.

Rencananya, program tersebut diterapkan pada ASN, TNI-Polri, mahasiswa hingga pelajar dengan maksud menarik minat penumpang. “Program BTS ini diharapkan menarik banyak minat penumpang,” tukasnya.(ded)

Editor : Yosep