Beranda Bogor Raya Ade Yasin Kenalkan Geopark Pongkor di Konferensi Nasional Geopark Indonesia

Ade Yasin Kenalkan Geopark Pongkor di Konferensi Nasional Geopark Indonesia

Petugas di area Geopark Pongkor, Cigudeg, KAbupaten Bogor, Jawa Barat. Pemkab Bogor tengah mengembangkan potensi wisata Geopark di wilayah Bogor bagian Barat sebagai salahsatu cara pemulihan ekonomi pasca Pandemi. foto : Hendi Novian
Petugas di area Geopark Pongkor, Cigudeg, KAbupaten Bogor, Jawa Barat. Pemkab Bogor tengah mengembangkan potensi wisata Geopark di wilayah Bogor bagian Barat sebagai salahsatu cara pemulihan ekonomi pasca Pandemi. foto : Hendi Novian

CIBINONG-RADAR BOGOR, Pemerintah Kabupaten Bogor menghadiri konferensi Nasional Geopark Indonesia ke-2 secara virtual yang berlokasi di Ruang Rapat I Sekretariat Daerah, Senin (22/11).

Baca Juga : Perumda Tirta Pakuan Gencar Kenalkan SIMOTIP

“Yang jelas saat ini kita sedang mengembangkan kawasan geopark berada di wilayah Bogor Barat untuk wisata edukasi,” kata Bupati Ade Yasin kepada wartawan.

Dia menjelaskan, untuk pengembangan wisata sudah dilakukan sebagai salah satu pemulihan ekonomi ditengah Pandemi Covid-19.

“Semua sektor terdampak pandemi, makanya kami bersama jajaran terus melakukan pemulihan ekonomi dan mengejar target vaksinasi sesuai arahan pemerintah pusat,” jelasnya.

Sementara, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa Konferensi Nasional Geopark Indonesia bertujuan mengakselerasi dan menggali pemahaman, sinergitas pengembangan melalui kebijakan, sebagai upaya mencari solusi atas masalah pengembangan geopark.

“Ini sebagai salah satu sosialisasi pengembangan geopark. Selanjutnya, memperkuat jejaring hubungan agar terbentuk sinergitas secara optimal,” ucapnya.

Suharso menambahkan, Indonesia punya Geopark Batur, geopark pertama di Indonesia yang ditetapkan sebagai Unesco Global Geopark (UGG) pada tahun 2012.

“Selain itu, ada juga Geopark Gunung Sewu, Geopark Ciletuh, Geopark Gunung Rinjani, Geopark Danau Toba, dan sebagainya, yang sudah diakui menjadi UGG. Dengan pencapain tersebut, Indonesia kini menempati peringkat ke-8 dari 44 negara di dunia,” tutupnya
(Abi)