Beranda Olahraga Tim Bulutangkis Indonesia Gagal Raih Medali di Dua Event, PBSI Ungkap Penyebabnya

Tim Bulutangkis Indonesia Gagal Raih Medali di Dua Event, PBSI Ungkap Penyebabnya

Bulutangkis
Ganda putra Bulutangkis Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan

JAKARTA-RADAR BOGOR, Gagalnya Tim Bulutangkis Indonesia meraih medali pada dua event besar di Eropa berpengaruh terhadap prestasi. Namun, kegagalan ini menjadi bahan evaluasi agar mampu tampil lebih baik lagi ke depan.

Baca Juga : Ratusan Pebulutangkis Ikuti Pelatprov Wilayah I Jawa Barat

“Memang membutuhkan upaya yang luar biasa bagi pemain untuk bisa tampil konsisten di Tur Eropa ini. Faktor kelelahan, stamina, kebugaran fisik, konsentrasi dan fokus yang membuat performa para pemain menurun di Denmark dan Prancis Terbuka,” kata Kepala Humas Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Broto Happy Wondomisnowo Kamis (4/11/2021).

universitas-ibn-khaldun-uika-bogor

Dirinya mengatakan, Tim Bulutangkis Indonesia sudah berjuang sejak pertengahan September 2021 dengan mengikuti Piala Sudirman di Finlandia, Thomas Uber di Denmark, kemudian main di Denmark Terbuka, lalu ke Prancis Terbuka.

“Di luar itu mereka harus terus dikarantina dan melakukan tes PCR berkala, yang membuat pemain juga kurang nyaman,” kata Broto.

Sementara itu, Ketua PBSI Kabupaten Bogor Dedi Budi Sumardi menuturkan, kehadiran atlet junior bulutangkis yang turun pada event internasional menjadi tolak ukur jenjang karir dan jam terbang atlet.

“Kami sudah puas dan bersyukur berkat pembinaan daerah mulai dari klub kecil, bisa disalurkan sampai masuk Pelatnas,” tuturnya.

Dedi mengatakan, ada dua anak didiknya masuk Timnas Bulutangkis, dan bisa turun di Piala Sudirman bergabung dengan atlet seniornya.

“Kami bersyukur ada dua atlet asli Kabupaten Bogor Andika Ramadiansyah dan Siti Padia mewakili Indonesia di event besar bulutangkis,” kata Dedi.

Dirinya menuturkan, kehadiran atlet mudanya sebagai cikal bakal untuk jenjang karir di masa depan. Karena, ketika sudah dewasa, mereka dititipkan ke klub besar seperti PB Kudus dan PB Djarum.

“Jawa Barat menjadi salah satu pembinaan atlet bulutangkis terbaik, yang nantinya jadi penopang regenerasi,” katanya. (abi)

Editor : Yosep