Beranda Metropolis Bogor Diguyur Hujan Deras, Jalur KRL Stasiun Bogor Sempat Ditutup

Bogor Diguyur Hujan Deras, Jalur KRL Stasiun Bogor Sempat Ditutup

Bogor Diguyur Hujan Deras, Jalur KRL Stasiun Bogor Sempat Ditutup
Bogor Diguyur Hujan Deras, Jalur KRL Stasiun Bogor Sempat Ditutup

BOGOR-RADAR BOGOR, Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan genangan air di Jalur I dan Jalur II Stasiun Bogor.

Untuk itu kedua jalur tersebut sempat ditutup sementara mulai pukul 17:40 WIB.

Sepi Pembeli, Cibinong Square Dijual 600 Miliar

pmb universitas nusa bangsa bogor

Meskipun demikian, perjalanan KRL dari dan menuju Stasiun Bogor saat ini terpantau lancar.

KRL tiba dan berangkat dari Stasiun Bogor diatur menggunakan enam jalur lainnya yang masih dapat melayani dengan normal yaitu jalur III hingga jalur VIII .

“Jalur I dan Jalur II sendiri lebih banyak berfungsi sebagai jalur langsir atau melayani kereta keluar/masuk Dipo KRL Bogor,” kata Manager External Relations KAI Commuter Adli Hakim, Selasa (26/10/2021) sore.

KAI Commuter menghimbau para pengguna agar memeriksan prakiraan cuaca sebelum melakukan perjalanan.

“Dan dalam perjalanan agar senantiasa berhati-hati serta siapkan payung atau jas hujan, sehubungan saat ini telah memasuki musim hujan,” pungkas Adli Hakim.(ded)
[20:07, 10/26/2021] Bang Dede: Sentra Kuliner Sempur Langgar GSS, Gus M Langsung Wanti-wanti Pemkot Bogor

BOGOR-Anggota Fraksi PPP DPRD Kota Bogor Akhmad Saeful Bakhri menyoroti pembangunan Sentra Kuliner di Kelurahan Sempur, lantaran melanggar garis sempadan sungai (GSS) Sungai Ciliwung.

“Kalau lihat dari Gambar pembangunannya, itu sudah menyalahi aturan karena sudah melanggar Perda nomor 15 tahun 2012 tentang pengelolaan sumber daya air,” ujar pria yang akrab disapa Gus M, Selasa (26/10/2021) sore.

Berdasarkan siteplan, dalam gambar tidak terlihat adanya GSS antara bangunan dengan Sungai Ciliwung.

Sehingga menurutnya pembangunan yang dibangun melalui CSR perusahaan swasta itu dinilai telah melanggar pasal 31 bab VIII Perda Nomor 15 Tahun 2012, karena dalam regulasi tersebut jarak minimal 3 meter dari bangunan hingga ke bibir sungai tak terpenuhi.

“Di dalam siteplan itu gak ada penjelasan soal GSS. Bahkan atap bangunan berada diatas sungai. Ini sama saja, Pemkot Bogor telah melanggar peraturannya sendiri,” cetusnya.

Hal ini berbanding terbalik, dengan apa yang telah disampaikan oleh Wali Kota Bogor Bima Arya terkait penyelamatan sungai Ciliwung.

Sehingga pria yang menjabat sebagai Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, meminta agar pembangunan ini dihentikan sebelum melahirkan polemik lebih berkelanjutan.

“Walikota kan selalu bernarasi untuk menyelamatkan Ciliwung, tapi ini malah membangun di bibir sungai ciliwung dan patut diduga telah melanggar perda. Saya minta ini untuk dihentikan,” pungkasnya.(ded)

bank mandiri kopra