Beranda Bogor Raya Vaksinasi di Kabupaten Bogor Rendah, TNI AL Diterjunkan Ke Desa-Desa

Vaksinasi di Kabupaten Bogor Rendah, TNI AL Diterjunkan Ke Desa-Desa

TNI AL
Nakes TNI AL saat melakukan vaksinasi di wilayah Kecamatan Cijeruk.

CIJERUK-RADAR BOGOR, Capain vaksinasi di Kabupaten Bogor yang dinilai masih rendah, membuat TNI AL pun diterjunkan ke pelosok desa di Kabupaten Bogor untuk mempercepat vaksinasi. Salah satunya ke Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Geber Capaian Vaksinasi, Rangsang Warga dengan Doorpize

Sedikitnya, ada lima personil TNI AL yang saat ini sedang melaksanakan tugas sebagai tenaga medis. Tiga personil di Desa Cibalung dan dua di Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor.

yamaha-fazzio

Wadan Rumkitalmar Cilandak, Letkol Dr. Rudi Pandapotan Napitupulu mengatakan, nakes TNI AL yang diterjunkan ke wilayah pelosok-pelosok daerah terpencil di Kabupaten Bogor merupakan perintah dari pimpinan agar pencapaian vaksinasi di Kabupaten Bogor bisa terkejar.

Untuk Nakes TNI AL sendiri ada sekitar 200 orang yang diterjunkan ke lapangan, tentunya di bagi ke sejumlah kecamatan yang menjadi target sasaran capaian vaksinasi.

“Setiap kecamatan kita terjunkan lima personil TNI AL sebagaimana telah ditetapkan oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor,” ujar Letkol Dr. Rudi Pandapotan Napitupulu.

“Kami ke Bogor ini atas perintah pimpinan guna membantu capaian vaksinasi Covid-19 di wilayah Kabupaten Bogor,”ujar Letkol Dr. Rudi Pandapotan Napitupulu kepada Radar Bogor Minggu (24/10/2021).

Saat ini, petugas medis dari TNI AL sendiri sudah disebar ke 22 kecamatan. Kecamatan yang dnilai masih rendah dalam capaian vaksinasinya.

“Saat ini petugas medis TNI AL sudah berada di 22 Kecamatan di Kabupaten Bogor,” ucapnya.

Ia menjelaskan, pada periode pertama ini, para nakes TNI AL yang ditugaskan ke pelosok-pelosok memiliki waktu sekitar 14 hari. Dengan waktu kerja tersebut, capaian targetnya harus bisa 70 persen.

Adapun yang menjadi targetnya adalah tercapainya vaksinasi pertama dan kedua di satu kecamatan dengan jumlah 5 ribu per hari. Maka dengan menyebar ke 22 kecamatan berarti harus mencapai 110 ribu warga yang tervaksin per harinya.

“Wilayah Bogor sendiri jumlah penduduknya cukup besar, sehingga distribusi penduduk Bogor yang berada di pinggiran daerah dengan teritorial yang luas menjadi terkendala sendiri, apalagi mayoritas penduduk di Bogor itu adalah pertanian,” paparnya.

“Tapi, kita berharap apa yang menjadi keinginan semua pihak terlaksana sesuai target. Mudah-mudahan dengan menempatkan 5 personil di 1 kecamatan yang berkolaborasi dengan aparat kecamatan, puskesmas, polsek, koramil dan relawan setempat berjalan baik dan lancar, agar apa yang di inginkan oleh semua tercapai,” tutupnya. (all)

Editor : Yosep